Curhat Taison yang Dikartu Merah Setelah Lawan Fan Rasis

Football5Star.com, Indonesia – Taison, pemain Shakhtar Donetsk, mengungkapkan isi hatinya setelah mengalami insiden tak mengenakkan pada laga melawan Dynamo Kyiv. Dia mengaku sakit hati oleh ulah fan rasis yang mengejeknya pada laga itu.

Taison menegaskan, dirinya sudah muak terhadap rasialisme yang sepertinya kian merajalela. Dia pun mengatakan, air mata yang tercurah saat keluar dari lapangan bukanlah bentuk kekalahan.

“Aku mencintai rasku. Aku berjuang untuk warna kulitku. Apa pun kulakukan demi kami, atas nama cinta… Aku tak akan diam menghadapi perilaku keji dan tak manusiawi! Air mataku adalah kemarahan, penolakan, dan ketidakberdayaan. Tidak berdaya karena aku tak dapat berbuat apa pun saat ini!” urai Taison seperti dikutip Football5Star.com dari akun Instagram-nya.

Gelandang berumur 31 tahun itu menambahkan, “Namun, kami sedari awal telah diajari untuk selalu kuat dan bertarung! Bertarung untuk hak-hak dan kesetaraan kami! Peranku adalah untuk bertarung, membusungkan dada, mengangkat kepada, dan selalu berjuang!”

Taison menegaskan, sikap kerasnya terhadap rasialisme bukan tanpa dasar. Dia mengungkapkan, kaum rasis sekarang ini sudah merajalela dan tak bisa lagi dibiarkan begitu saja.

“Dalam masyarakat rasis, tidak menjadi rasis saja tidaklah cukup. Kita semua harus menjadi antirasis! Sepak bola memerlukan lebih banyak respek. Dunia juga butuh lebih banyak respek! Terima kasih atas segala pesan penuh dukungan dari kalian semua! Kita lanjut bertarung,” ujar Taison lagi.

Pada laga Shakhtar Donetsk vs Dynamo Kyiv, Taison memberikan reaksi keras ketika mendengar ejekan-ejekan rasial dari oknum fan klub yang pernah melahirkan Andriy Shevchenko itu. Dia merebut bola dari tangan kiper lawan, mengacungkan jari tengah ke arah kaum rasis di tribun, lalu menendang bola ke arah mereka. Gara-gara ulahnya, dia lantas diganjar kartu merah oleh wasit.

Comments
Loading...