Dacourt: Dua Pemain Prancis Tolak Main di Italia Karena Pelecehan Rasial

Football5star.com, Indonesia – Olivier Dacourt membeberkan fakta yang mencengangkan. Ia menyebutkan bahwa ada beberapa pemain top asal Prancis yang menolak bermain di Italia karena banyaknya kasus pelecehan rasial. Ia juga menyoroti kasus pelecehan rasial yang melibatkan Kalidou Koulibaly.

Mantan pemain AS Roma itu telah memutuskan gantung sepatu pada tahun 2010. Kini, ia aktif di dunia perfilman dan baru saja merilis film dokumenter berjudul “Je ne suis pas un singe” atau bila dialih bahasakan menjadi “Saya bukan Monyet.”

“Saya tidak akan menyebutkan nama, tetapi ada dua pemain top Prancis menolak transfer ke Juventus dan klub Italia lainnya, pada waktu yang berbeda. Itu semua karena mereka tahu ada masalah (pelecehan) rasial ini dan sulit untuk dikendalikan,” ungkap Dacourt dikutip Football5star dari Il Mattino.

Koulibaly menjadi korban terbaru pelecehan rasial di sepak bola Italia. Saat itu, ia dan Napoli tengah bertandang ke markas Inter Milan, Giuseppe Meazza. Bagi Dacourt, bek Napoli itu sudah melawan dengan sebaik-baiknya.

“Kalidou Koulibaly adalah pria yang luar biasa dan aku rasa tidak perlu untuk memberikannya sebuah pesan. Dia telah mengalahkan para pelaku pelecehan rasial dengan sekuat tenaga,” tambahnya.

Sesaat setelah pelecehan rasial terjadi terhadap Koulibaly, banyak sekali pesepak bola yang memberikan dukungan. Salah satunya adalah Cristiano Ronaldo. Dukungan dari Cristiano sangat penting bagi sepak bola Italia.

“Pesan Cristiano Ronaldo juga penting. Karena mudah bagi pemain kulit hitam lain untuk menunjukkan solidaritas, tetapi jauh lebih sedikit bagi seseorang yang tidak berkulit hitam (memberikan dukungan) dan itu adalah Cristiano Ronaldo.

“Pernyataan CR7 adalah jalan yang akan memastikan pemain hitam tidak lagi menolak terhadap Italia.”

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More