Dari Coldplay hingga New York, Berikut 5 Fakta Menarik Daniele De Rossi

Football5star.com, Indonesia – Delapan belas tahun bukanlah waktu yang sebentar untuk seorang pemain berkarier di satu klub. Daniele De Rossi menjalani waktu selama itu bersama AS Roma.

Kebersamaan De Rossi dengan AS Roma berakhir di musim ini. Pihak manajemen klub berjuluk Il Lupi itu resmi mengumumkan bahwa kontrak pemain berusia 35 tahun itu tak di perpanjang untuk musim depan.

Keputusan ini tentu saja mengejutkan semua pihak, utamanya suporter AS Roma. Meski De Rossi sudah tak lagi muda, pengumuman ini sangat mendadak.

Klub pun dianggap tak menghargai jasa seorang De Rossi. Meski kemudian, CEO AS Roma, Guido Fienga menyebut klub sebenarnya ingin memberikan De Rossi peran lain di musim depan.

Terlepas soal kontroversi pengumuman pihak klub terkait masa depan De Rossi. Pemain yang sejak 2001 berseragam AS Roma memiliki sejumlah fakta menarik seputar kehidupan pribadinya, berikut ulasannya untuk pembaca setia football5star.com

Putra mantan pemain AS Roma

Daniele De Rossi ialah putra dari mantan pemain AS Roma, Alberto De Rossi. Sang ayah sendiri saat ini tercatat sebagaoi pelatih tim primavera AS Roma.

Rekam jejak sang ayah melatih tim primavera AS Roma pada musim ini cukup bagus. Alberto kini tengah mengincar posisi keempat klasemen akhir Campionato Primavera 1.

“Kami berjuang finis di tempat ketiga, sesuatu yang benar-benar penting,” kata ayah De Rossi seperti dikutip football5star.com dari asroma.com, Rabu (15/5/2019).

Sebelumnya, Alberto juga mampu membawa tim Primavera AS Roma juara di Campionato Primavera 1 (2015-16), Coppa Italia Primavera (2016-17), dan Super Cup Primavera (2017-18).

Pencinta Coldplay, Oasis, dan The Rolling Stones

Sebagai pesepak bola, Danielle De Rossi ternyata memiliki kecintaan sangat besar pada musik. Musisi dan band favoritnya tak main-main.

De Rossi mengatakan bahwa dirinya sangat suka dengan grup band asal Inggris, Coldplay, utamanya di album pertama, Parachutes.

“Saya selalu mendengarkan semua lagu di album Parachutes. Semua lagu, saya putar dan dengarkan berulang-ulang. Album ini akan selalu jadi salah satu favorit saya,” kata De Rossi.

Dari Coldplay hingga New York, Berikut 5 Fakta Menarik   Daniele De Rossi
asroma.com

Selain Coldplay, De Rossi juga mengaku sangat suka pada band Oasis dan The Rolling Stones. Untuk Rolling Stone, De Rossi sangat tergila-gila pada lagu berjudul, Sympathy for The Devil’.

Sedangkan untuk band asal Manchester, Oasis, De Rossi sangat suka dengan lagu berjudul, ‘Morning Glory’.

“Saya tumbuh besar dengan lagu band ini. Saya suka semua personil di Oasis, mereka semua punya karakter,” kata De Rossi.

Penyuka buku

Meski dikenal sebagai gelandang sentral yang tak kenal kompromi, De Rossi ternyata memiliki kegemaran yang patut ditiru. Ia mengaku sangat senang menghabiskan waktu luang dengan membaca buku.

De Rossi mengaku ia memiliki tiga buka favoritnya yang acapkali ia baca berulang-ulang. Ketiga buku itu adalah, Shantaram karya Gregory David Roberts, Open biografi dari Andre Agassi, dan The Power of the Dog karya Don Winslow.

“Shantram ialah buku favorit saya sepanjang masa. Buku ini menceritakan soal penjahat yang melarikan diri dari Australia ke India. Buku ini adalah mahakarya,” kata De Rossi.

Seniman tato

De Rossi merupakan salah satu pesepak bola yang memiliki hobi merajam tubuhnya alias tato. De Rossi mengaku bahwa tato ialah bagian dari gaya hidupnya.

Dari Coldplay hingga New York, Berikut 5 Fakta Menarik   Daniele De Rossi
mirror.co.uk

Ia mengaku senang mengekpresikan dirinya lewat tato yang ada di sekujur tubuhnya. Menariknya, De Rossi pun mengaku salah satu orang yang sangat ingin ia temui ialah seniman tato bernama Nikko Hurtado.

Nikko Hurtado merupakan seniman tato bermukim di California, Amerika Serikat.

“Saya melihat karya Niko di Instagram. Niko Hurtado ialah seniman tato yang sangat jenius. Saya senang jika suatu hari bisa bertemu dengannya dan minta untuk digambarkan wajah Steve Butcher,” kata De Rossi.

New York, Glasgow, dan Istanbul

Ketiga kota ini menurut De Rossi ialah kota terfavoritnya di seluruh dunia. Tak heran jika saat De Rossi resmi tak diperpanjang kontrak di AS Roma, santer rumor ia akan ke MLS dan bermain untuk New York Red Bulls.

“New York merupakan salah satu kota paling menarik di dunia. Saya juga suka Glasgow karena budayanya. Sedangkan Istanbul, kota ini penuh dengan seni arsitektur yang luar biasa dan sejarah hebat,” kata Daniele De Rossi.

Comments
Loading...