Dejan Antonic vs Aidil Sharin: Siapa Berpeluang Geser Julio Banuelos?

Football5star.com, Indonesia – Masa depan pelatih Persija Jakarta asal Spanyol Julio Banuelos di ujung tanduk. Raihan hasil buruk tim berjuluk Macan Kemayoran memunculkan dua nama pengganti Banuelos, Dejan Antonic dan Aidil Sharin, Jumat (13/9/2019).

Kedua nama di atas sama-sama memiliki peluang cukup besar untuk tangani Persija. Dejan Antonic saat ini belum lagi melatih klub setelah dipecat dari Madura United. Sementara Aidil Sharin kontraknya bersama Kedah FC tinggal hitungan hari.

Namun tentu bagi manajemen Persija Jakarta, hal tersebut bukan ukuran untuk menjadikan keduanya layak melatih Marko Simic cs. Dengan kondisi Persija saat ini dibutuhkan sosok pelatih yang tidak hanya jago taktik namun juga yang bisa membangkitkan semangat juang pemain.

Persija Jakarta - Julio Banuelos - Arema FC 2
Dok. Ilhamsins

Persija Jakarta saat ini makin terpuruk di posisi ke-17 setelah di kalahkan dua gol tanpa balas oleh Persipura Jayapura di pekan perdana putaran kedua Liga 1 2019. Baik Dejan ataupun Aidil tentu memiliki kepiawaian yang bagus dalam urusan mengolah taktik, pun dengan Banuelos.

Akan tetapi yang dibutuhkan tim Persija saat ini ialah pelatih yang bisa menyadarkan pemain bahwa mereka harus bertanding dengan bangga untuk lambang Monas di dada.

Menilik dari rekam jejak, kedua pelatih ini memiliki gaya dan strategi yang cukup berbeda. Seperti apa gaya dan strategi Dejan Antonic dan Aidil Sharin, berikut ulasannya untuk pembaca setia Football5star.com:

Dejan Antonic: Pengusung 4-2-3-1

Saat masih melatih Madura United di putaran pertama Liga 1 2019, Dejan Antonic melakukan perubahan dari segi formasi. Dejan mengusung formasi 4-2-3-1. Formasi ini di awal-awal pekan Liga 1 2019 cukup ampuh membuat MU jadi tim yang disegani.

Formasi 4-2-3-1 hakekatnya membutuhkan seorang pemain tengah yang jadi komando permainan. Seperti yang dikatakan oleh Pep Guardiola, formasi 4-2-3-1 adalah sisem yang paling distributif untuk seluruh pemain. Ada kesimbangan antara mengoper dan menekan saat membangun skema serangan.

Madura United saat diasuh Dejan saat itu mengandalkan Zulfiandi yang jadi jangkar berduet dengan Asep Berlian. Di posisi tersebut, sangat jarang ia bergerak menjauh dari area permainan timnya sendiri.

Madura United - Dejan Antonic - PSS Sleman - @MaduraUnitedFC
instagram.com/MaduraUnitedFC

Selain untuk menjaga kedalaman serta sekadar membuka ruang agar aliran bola tetap terjaga, hal ini memungkinkan dirinya untuk dapat mengatur tempo dan membantu build up dari belakang dengan lebih leluasa.

Sayangnya kendala dari formasi ini ialah akan kedodoran saat melawan tim dengan skema permainan cepat. Sosok satu gelandang jangkar akan sangat kesulitan bisa bermain on fire selama 2×45 menit jika bermain melawan kecepatan tim lawan.

Hal ini pula yang membuat Dejan bersama Madura United saat melawan Persebaya pada Oktober lalu. Madura keok dengan skor empat gol tanpa balas dari Persebaya, dua gol terakhir Bajul Ijo dibangun dengan skema serangan balik cepat.

Dejan tentu harus bisa mendapat formula tepat jika memang pada akhirnya ia yang mengganti Banuelos. Pasalnya Banuelos sendiri juga pengusung formasi 4-2-3-1, formasi ini yang membuat Persija alami 2 kekalahan, 8 imbang, dan 2 kali menang.

Di laga terakhir Persija melawan Persipura, bisa terlihat bagaimana rapuhnya sektor tengah Macan Kemayoran menghadapi serangan cepat a la pemain Papua.

Yang paling rentan juga jika Dejan ke Persija dan ia mengusung formasi ini ialah soal siapa pemain yang layak jadi nomor 10? Formasi 4-2-3-1 wajib memiliki pemain no 10.

Tugas si No. 10 ini adalah untuk terus bergerak, menciptakan ruang bukan hanya dari tengah tapi juga sayap. Ia akan menjadi pemain yang, di atas kertas, paling sulit untuk di-man-marking oleh lawan. Riko Simanjuntak saat ini mungkin bisa dikatakan sebagai si pemain no 10, namun penampilan Riko pun kedodoran di beberapa laga.

Singkatya Dejan memiliki kapasitas dan kapabilitas untuk melatih Persija. Namun yang terpenting bagaimana Dejan mampu membuat pemain Persija bisa on fire dan konsisten dengan perannya di tengah lapangan.

Aidil Sharin: Penganut 4-4-2

Pemain asal Singapura Aidil Sharin kembali dirumorkan bakal melatih Persija Jakarta. Bukan kali ini saja pelatih Kedah FA ini disebut-sebut bakal melatih Macan Kemayoran. Saat masih melatih Home FC pada 2018, ia juga sempat disebut-sebut bakal melatih Persija.

Berbeda dengan Dejan, Aidil merupakan pelatih muda yang setia mengusung formasi klasik 4-4-2. Formasi ini ia terapkan di Kedah FA dan berhasil membuat klub berjuluk The Red Eagle tersebut menduduk peringkat 4 klasemen akhir Liga Malaysia musim ini.

Formasi 4-4-2 pada prinsipnya menerapkan bahwa skema serangan yang paling baik bukan dengan penguasaan bola namun dengan pola bertahan yang baik dan displin. Pada kondisi Persija saat ini, formasi 4-4-2 dinilai cukup relevan diterapkan Aidil jika ditunjuk sebagai pelatih.

goal.com

Formasi 4-4-2 umumnya akan membuat tim lawan merasa lapangan menjadi lebih sempit. Tim yang mengusung formasi ini akan menekan lawan hingga ke garis yang tinggi untuk mencegah lawan berlama-lama menguasai bola. Usaha mereka akan dihadiahi oleh tekel dan intersep yang umumnya terjadi di tengah

Di Kedah FA, Aidil mempercayakan tugas itu kepada dua gelandang sentralnya Fadzrul Danel dan Baddrol Bakhtiar. mereka yang bekerja keras dari tekel, bergerak membaca bola (menghasilkan intersep), dan mengoper, seperti Kante dan Daniel Drinkwater saat masih membela Leicester.

Jika bicara peringkat Persija saat ini, bisa dikatakan Persija adalah tim yang tertindas. Dan konsep serangan balik a la 4-4-2 sangat cocok untuk diterapkan Marko Simic cs.

Yang dibutuhkan Persija sekarang adalah kemenangan, artinya singkirikan possession yang acapkali ditunjukkan dengan mengggunakan formasi 4-2-3-1. Padahal possession tidak ada artinya jika kesebelasan tidak bisa menciptakan peluang dan gol.

Comments
Loading...