Demi Memutus Rantai Kekerasan, LKBH Bobotoh Ingin Persib Tempuh Jalur Hukum

Football5Star.com, Indonesia – Insiden penyerangan bus Persib Bandung yang menyebabkan dua pemain terluka menjadi sorotan khusus bagi Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH) Bobotoh.

Pada insiden tersebut, dua pemain Persib, Febri Hariyadi dan Omid Nazari menjadi korban dari pecahan kaca bus hasil dari pelemparan batu oleh oknum yang kini belum terungkap identitasnya.

Pasca kejadian, LKBH Bobotoh mengaku langsung cepat tanggap berkoordinasi dengan manajemen Persib. Mereka membicarakan tentang langkah hukum apa yang harus ditempuh.

“Sesaat setelah insiden di Bogor terjadi, manajemen Persib langsung menghubungi kami untuk berkonsultasi mengenai langkah hukum apa yang diambil,” ujar Kadiv Humas LKBH Bobotoh, Bob Dhany kepada Football5Star.com.

Demi Memutus Rantai Kekerasan, LKBH Bobotoh Ingin Persib Tempuh Jalur Hukum
Instagram @robertrenealberts

Akan tetapi, setelah melakukan pembicaraan, manajemen Persib justru berbeda pendapat dengan LKBH Bobotoh. Pihak Maung Bandung justru lebih menginginkan proses hukum dengan menunggu keputusan dari PT Liga Indonesia Baru sebagai operator kompetisi.

Sementara itu, LKBH Bobotoh lebih berpendapat bahwa Maung Bandung seharusnya langsung melaporkan ke pihak yang berwajib. Hal tersebut dikarenakan insiden terkait sudah masuk ke tindak pidana kriminal yang mengancam nyawa, dalam hal ini punggawa Maung Bandung.

“Tetapi manajemen lebih menginginkan prosesnya adalah dengan cara mereka melapor terlebih dahulu ke badan liga (PT Liga Indonesia Baru, red), sementara kami menginginkannya Persib langsung saja dengan kami melapor ke pihak berwajib,” ujar Bob Dhany lagi.

Lebih lanjut, LKBH Bobotoh sendiri memberikan beberapa poin terkait desakan mereka kepada manajemen Persib untuk segera melaporkan insiden pelemparan tersebut ke pihak yang berwajib.

LKBH sendiri ingin ini dibawa ke Jalur hukum, dengan tujuan:

1. Menegakkan hukum seadil adiknya demi tercapainya ketertiban umum.

2. Memberikan efek jera sekaligus edukasi bagi supporter sepakbola agar taat hukum

3. Menghentikan mata rantai kekerasan di industri sepakbola nasional

Comments
Loading...