Dengan Formasi 2-7-2, Motta Ingin Lakukan Perubahan

Football5star.com, Indonesia – Thiago Motta tengah melakukan perubahan di sepak bola. Ia mengenalkan 2-7-2 untuk mendukung sepak bola menyerang ala mantan pemain Paris-Saint Germain tersebut.

Mantan pemain Inter Milan ini memutuskan untuk gantung sepatu pada Juli 2018 yang lalu. Sesaat setelah melepaskan status sebagai pesepak bola, Motta langsung ditunjuk sebagai pelatih PSG U-19.

Di PSG U-19 lah dia merencanakan formasi 2-7-2. Lama mendapatkan arahan dari Jose Mourinho saat berseragam Inter, nyatanya tak membuat ia menggunakan pendekatan sepak bola bertahan ala Mou. Ia justru tengah mengembangkan sepak bola menyerang dengan ditopang formasi 2-7-2.

“Ide saya untuk bermain ofensif. Sebuah tim yang mengontrol permainan, melakukan tekanan tinggi dan memperbanyak gerakan dengan atau tanpa bola,” ungkapnya dalam suatu wawancara dengan Gazzetta dello Sport.

Bagi Motta, yang terpenting dalam sepak bola adalah inisiatif pemain. Ia ingin anak asuhnya mengerti apa yang harus dilakukan ketika menguasai permainan dan memegang bola.

“Saya ingin pemain yang memiliki bola untuk selalu memiliki tiga atau empat solusi dan dua teman terdekat datang untuk membantu. Saya tidak suka jumlah pemain di sudut lapangan karena mereka menipu Anda. Anda bisa sangat ofensif dengan 5-3-2 dan sangat bertahan dalam 4-3-3.”

Getty Images

Ia merasa kiper dan penyerang tak lagi memiliki tugas khusus. Kiper baginya bukan sebatas menjaga gawang dan penyerang bertugas mencetak gol.

“Tidak, penjaga gawang dihitung sebagai salah satu dari tujuh gelandang. Bagi saya, penyerang adalah pemain belakang pertama dan penjaga gawang adalah penyerang pertama. Penjaga gawang memulai permainan, dengan kakinya dan penyerang adalah orang pertama yang memberikan tekanan untuk mendapatkan kembali bola,” pungkasnya.

Comments
Loading...