Derita Kalteng Putra: Dari Tak Bisa Latihan Hingga Mengungsi ke Banjarmasin

Football5Star.com, Indonesia – Kalteng Putra FC harus menerima kenyataan yang kurang mengenakkan ketika mereka tak bisa leluasa berlatih dan bertanding di Palangka Raya.

Kabut asap yang menyelimuti Palangka Raya dan sekitarnya dalam beberapa minggu terakhir membuat Laskar Isen Mulang tak bisa menggelar latihan.

Sejatinya, Senin sore (15/9/2019), Laskar Isen Mulang menjalani latihan rutin di Stadion Tuah Pahoe. Namun, hal itu urung dilakukan karena kabut asap semakin pekat.

”Kami meliburkan pemain untuk latihan kemarin (Minggu, 15/9, Red) karena asap yang kian parah,” ungkap Manajer Kalteng Putra, Sigit Wido seperti dikutip Football5Star.com dari Jawa Pos.

Pelatih Kalteng Putra, Gomes de Oliviera pun hanya bisa pasrah. Padahal tim kebanggaan masyarakat Kalteng ini harus bertolak ke Lampung, untuk menghadapi Badak Lampung FC dalam lanjutan Liga 1 2019 di Stadion Sumpah Pemuda, Kamis (19/9/2019) mendatang.

”Kalau tidak latihan maka harus kita akui bahwa proses pemulihan juga akan ikut lambat. Ini yang akan kami pikirkan sebelum laga melawan Badak Lampung nanti,” kata pelatih Kalteng Putra Gomes de Oliviera.

”Kami berharap bisa berangkat lebih cepat ke Lampung, sehingga bisa melakukan pemulihan di sana. Dengan sisa waktu yang ada, akan kami upayakan secara maksimal,” tuturnya.

Kalteng Pos.

Evakuasi ke Banjarmasin

Disisi lain, Manajer Sigit Wido menuturkan, tim dievakuasi ke Banjarmasin untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Misalnya terkena penyakit gara-gara asap yang bisa membahayakan kondisi pemainnya.

”Untuk pemain yang sudah lama mungkin tidak begitu ada masalah. Tapi, yang baru-baru, juga pemain asing, tidak bagus buat mereka. Kasihan,” bebernya.

”Tapi, kami sudah memikirkan rencana-rencana kalau mengharuskan pindah kandang,” kata dia.

Sigit bersyukur laga Kalteng Putra selanjutnya adalah tandang ke Lampung. Timnya bisa sedikit menghirup udara segar di sana. ”Saya berharap sepulang away nanti kondisinya sudah membaik,” ujarnya.

Opsi pertama untuk pindah ialah memakai Stadion 17 Mei atau Stadion Demang Lehman. Jarak yang tidak terlalu jauh dari Palangka Raya menjadi alasan stadion yang berada di Banjarmasin itu sebagai pilihan.

Comments
Loading...