Piala Dunia Tanpa Italia Adalah Sebuah Keanehan

Football5star.com, Indonesia – Timnas Italia harus puas gagal bermain di Piala Dunia 2018 setelah ditaklukkan Swedia di babak play-off. Kegagalan Gli Azzurri ke Piala Dunia mendapatkan sorotan dari Didier Deschamps. Bagi pelatih yang sempat menginjakkan kaki di Italia, Piala Dunia tanpa Italia adalah sebuah keanehan.

Deschamps dua kali merasakan ketatnya sepak bola Italia. Di tahun 1994 hingga 1999, ia datang ke Turin sebagai pemain Juventus. Selama berseragam Putih-Hitam, Deschamps bermain sebanyak 178 kali dengan mencetak empat gol dan satu assist. Di tahun 2006, ia kembali ke Juventus, tetapi kali ini menjadi pelatih.

“Sama seperti ketika sepak bola Prancis ketika ada masalah, inilah yang dialami oleh warga Italia. Untuk Italia, ini terjadi 60 tahun sekali. Piala Dunia tanpa Italia adalah tak normal. Ada sesuatu yang hilang,” ungkap mantan pelatih Marseille ini dikutip Football5star dari Transfermarketweb.

Meskipun gagal lolos ke Piala Dunia, Deschamps menganggp Italia menyimpan kekuatan yang bisa meledak suatu saat nanti. Syaratnya, Timnas Italia harus memberikan kesempatan kepada pemain mudanya.

“Di sana ada banyak pemain muda bertalenta. Para pemain muda harus diberikan pengalaman,” tambahnya memberi saran.

juventus.com

Deschamps menjadi salah satu orang yang bisa menjadi juara Piala Dunia, baik saat masih menjadi pemain ataupun pelatih. Di Piala Dunia 1998, ia menjadi juara dunia saat Prancis menjadi tuan rumah. 20 tahun setelahnya, ia membawa Kylian Mbappe dan kolega menjadi juara dunia di Rusia.

“Tak ada yang lebih indah dari Piala Dunia. Memenangkan Piala Dunia adalah hal yang luar biasa. Saya memenangkannya 20 tahun lalu sebagai pemain dan sekarang sebagai pelatih,” ungkapnya dengan bangga.

Didier DeschampsPiala Dunia 2018Timnas ItaliaTimnas Prancis