Di Sepak Bola Makedonia Utara, Goran Pandev adalah Segalanya

Football5Star.com, Indonesia – Tak ada pemain yang lebih besar dari tim atau klub. Kalimat itu sangat populer di dunia olahraga, khususnya sepak bola. Namun, di Makedonia Utara, istilah itu sepertinya tak berlaku. Bagi negeri di Kawasan Balkan itu, Goran Pandev adalah segalanya.

Tak dapat dimungkiri, Pandev adalah pesepak bola terbaik sepanjang sejarah Makedonia Utara. Dia bahkan lebih besar dari Darko Pancev, bintang dan kapten pertama negeri pecahan Yugoslavia itu. Tak perlu jauh-jauh, tengok saja rekornya di tim nasional. Hingga saat ini, Pandev adalah pemain dengan caps terbanyak, kapten terlama, dan pemain tersubur.

Hingga saat ini, Pandev telah 111 kali memperkuat timnas Makedonia Utara. Dia unggul 11 caps dari Goce Sedloski. Dalam 111 caps itu, striker yang pernah membela Inter Milan tersebut mencetak 34 gol. Koleksinya bahkan lebih dari dua kali lipat torehan Gjorgji Hristov, sang pemain tersubur kedua, yang hanya mengemas 16 gol. Lalu, sejak 2016, dia adalah kapten. Telah 58 kali dia tampil dengan ban kapten di lengan, melewati Sedloski yang hanya 43 kali pada kurun 2004-2009.

Goran Pandev masih jadi andalan timnas Makedonia Utara meski sudah berumur 37 tahun.
Getty Images

Saat ini, Pandev sudah berumur 37 tahun dan memasuki masa persiapan pensiun. Namun, posisinya di timnas Makedonia Utara, juga sebagai kapten, tak tergoyahkan. Selama masih bisa main, dia akan bermain. Selama belum gantung sepatu, caps-nya akan terus bertambah. Apalagi, bersama pemain Genoa itu, Macedonia Utara kini di ambang sejarah: lolos ke Piala Eropa!

Di sepak bola Makedonia, Goran Pandev bak dewa. Apa pun yang dilakukannya selalu benar dan dibela para pentinggi di sana. Tengok saja insiden pertikaiannya dengan pelatih Srecko Katanec pada 2009. Saat itu, sang striker menolak tampil dalam laga Pra-Piala Dunia melawan Belanda. Dia berdalih mendapatkan cedera saat membela Lazio di Serie A.

Buat Katanec Mundur dari Timnas

Katanec berang saat Pandev mengaku tak dapat berjalan. Seperti dikutip Football5Star.com dari The Irish Examiner, pelatih asal Slovenia itu berkata kepada Pandev, “Jika kau tak mau melangkahkan kaki, sebaiknya pergi saja ke bandara.”

Tanpa Pandev, Makedonia Utara dihajar Belanda empat gol tanpa balas. Setelah laga, Katanec mengajukan pengunduran diri. Dia berdalih atmosfer di tim tidak kondusif. Namun, dua tahun kemudian, dia mengakui perselisihan dengan Pandev adalah sebab utamanya.

“Saya berhenti bukan karena kekalahan 0-4. Saya mundur karena konfrontasi buruk dengan Pandev yang membuat skuat tak nyaman. Saya tak dapat membiarkan perilaku seperti itu dan mustahil bekerja dalam kondisi demikian,” ujar dia seperti dikutip Tribal Football.

Goran Pandev jadi sebab Srecko Katanec mundur dari timnas Makedonia Utara pada 2009.
Getty Images

Pandev juga berani mengkritik para fan. Pada Oktober 2010, amarahnya meledak setelah suporter menyiuli timnas Makedonia Utara yang ditahan Armenia. Dia tak segan meminta respek dan mengancam pensiun dari timnas.

“Kostum timnas adalah sesuatu yang suci bagiku dan aku akan selalu bermain untuk Makedonia dengan kebanggaan. Namun, kami minta para fan menghormati kami,” kata Pandev dengan tegas.

Kata-kata itu sempat menyulut kemarahan para fan. Mereka menuding Pandev pengecut. Sang bintang sempat benar-benar menghilang dari timnas Makedonia Utara selama dua tahun, pada 2014 hingga 2015.

Dia baru kembali pada 2016 dan langsung didapuk sebagai kapten tim. Comeback-nya adalah menghadapi Slovenia yang diasuh Srecko Katanec! Setelah itu, sang diva menjelma jadi dewa yang dipuja sepanjang masa.

Dirikan Akademija Pandev

Kontribusi Goran Pandev bagi sepak bola Makedonia Utara bukan cuma kiprah di timnas. Pada 2010, tahun saat dirinya meraih treble winner bersama Inter Milan, dia membangun akademi sepak bola. Namanya Akademija Pandev. Ini jadi tonggak baru pembinaan talenta-talenta muda di negeri itu.

Tak hanya menjadi kawah candradimuka, Akademija Pandev juga menjelma jadi sebuah klub dan kekuatan baru di persepakbolaan Makedonia Utara. Pada 2014, dibentuk tim senior untuk ikut kompetisi. Tiga tahun kemudian, mereka mampu promosi ke divisi teratas dengan status juara Divisi II.

Pada musim 2018-19, Akademija Pandev meraih trofi bergengsi pertama. Mereka menjuarai Piala Makedonia dengan mengalahkan Makedonija G.P pada final. Imbang 2-2 dalam 120, Akademija Pandev juara setelah menang adu penalti 4-2.

Akademija Pandev menjuarai Piala Makedonia Utara pada 2018-19.
klanmacedonia.mk

Langkah Pandev ini dipandang sebagai harapan baru bagi persepakbolaan Makedonia Utara. “Hal krusial adalah menginvestasikan uang rakyat secara pintar untuk infrastruktur, pendidikan sepak bola, mendorong akademi-akademi seperti milik Goran Pandev yang mampu menjual pemain berumur 15 tahun ke Inter Milan,” urai jurnalis kawakan Milorad Stojmanovski kepada The blizzard.

Akademija Pandev pun punya sumbangsih besar bagi timnas di berbagai level. Saat ini, ada dua pemain yang bahu-membahu dengan Pandev di tim senior. Lalu, ada tujuh pemain di timnas junior. Dua di antaranya, Bojan Dimoski dan Ivan Nikolov, membela timnas U-19 Makedonia Utara yang akan menghadapi Indonesia pada Minggu (11/10/2020) di Split, Kroasia.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More