Dicoret Indra Sjafri, Pemain Ini Ceritakan Tantangan Baru Bersama Everton

Football5star.com, Indonesia – Eks Persiram Raja Ampat, Habib Bamogo saat ini tengah disibukkan memantau bakat pemain muda dari seluruh penjuru dunia. Bamogo sejak Mei 2020 diangkat oleh Everton untuk menjadi pemandu bakat klub tersebut.

Bergabungnya Bamogo ke Everton tak lepas dari peran pemandu bakat asal Prancis, Michel Rablat. Bamogo yang bertemu Rablat di Prancis mengatakan bahwa ia ingin mencoba tantangan baru di bidang scouting.

“Saya bertemua dengan Michel Rablat, saya mengatakan kepadanya bahwa saya ingin mencoba melihat apakah saya suka dengan pekerjaan tersebut dan apakah Everton nantinya bisa senang dengan pekerjaan saya,” ucap Bamogo seperti dikutip Football5star.com dari laprovence.com, Selasa (7/7/2020).

Dicoret Indra Sjafri, Pemain Ini Ceritakan Tantangan Baru Bersama Everton
tribunnews

Niat Bamogo berbuah manis. Ia pun mendapat kontrak enam bulan dari Everton, terhitung sejak Januari lalu. Bamogo pun mulai petualangan barunya di pencarian bakat muda.

Menurut pemain yang juga pernah seleksi di Persija tersebut, banyak tantangan untuk pemandu bakat di dunia digital saat ini. Informasi tentang pemain muda begitu banyak bertebaran di internet. Namun menurutnya, banyak hal yang harus dipelajari pemandu bakat dan tidak bisa mengandalkan informasi internet semata.

Tantangan baru di Everton

“Hari ini dengan internet, semua orang tahu banyak pemain muda yang baik. Tapi saya punya trik tersendiri yakni saya memiliki kontak banyak klub dan selalu berpergian ke seluruh Prancis untuk melihat langsung aksi si pemain muda,” ungkap Bamogo.

Ia mengatakan dalam satu hari, dirinya bisa berpergian dari Lille, Rennes, Bordeaux atau Marseille. “Saya bisa pindah 3,4, bahkan 6 kali untuk mengamati pemain yang saya suka karena Anda tidak bisa mendapatkan pendapatnya hanya dengan melihatnya satu kali saja,” tambah eks Persiram tersebut.

Menurutnya sebagai pemandu bakat, dirinya selalu mengedepankan profesionalisme dan juga terpenting ialah naluri. Faktor kedua ini menurut Bamogo sangat penting untuk pemandu bakat.

“Dan setiap perekrit memiliki naluri, perasaan pribadinya. Tidak ada pelatihan untuk melakukan pekerjaan ini. Saya bisa mendapatkan pendapat yang berbeda dari satu orang pemain dan itu dibutuhkan naluri si perekrut,”

Pada 2014, Bamogo bermain selama satu musim di Persiram. Ia kemudian dilepas klub Papua di tahun berikutnya dan mencoba melakukan seleksi di Bali United yang diasuh oleh Indra Sjari dan Persija, tapi gagal lolos.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More