Didier Deschamps Mengaku Masih Dendam kepada Karim Benzema

Football5star.com, Indonesia – Pelatih tim nasional Prancis, Didier Deschamps mengatakan masih menaruh dendam kepada Karim Benzema. Hal itu lantaran tudingan rasial yang dituduhkan pemain Real Madrid itu kepada Deschamps.

Pada 2015, Karim Benzema mendapat hukuman karena dituding melakukan pemerasan kepada Mathieu Valbuena. Semenjak saat itu, Benzema tak pernah dipanggil untuk membela tim Ayam Jantan.

Zidane Sebut Karim Benzema Penyerang Prancis Terbaik Sepanjang Masa

Namun pada 2016, Benzema kepada media Spanyol, Marca mengatakan bahwa alasan sebenarnya ia tak dipanggil Deschamps membela timnas Prancis disebabkan latar belakangnya yang berdarah Aljazair.

“Deschamps telah membungkuk pada tekanan rasial di Prancis,” kata Benzema saat itu.

Ucapan itu yang menurut Deschamps tidak akan pernah ia lupakan.

“Itu meninggalkan jejak. Bahkan jika sedikit memudar seiring berjalannya waktu, saya tidak akan bisa melupakannya,” kata Didier Deschamps seperti dikutip Football5star.com dari RTL, Senin (18/1/2021).

“Ini bukan hanya tentang Karim Benzema, ada komentar dari orang lain yang diarahkan kepada keluarga saya,” tambahnya.

Yang dimaksud orang lain oleh Deschamps adalah mantan pemain Manchester United, Eric Cantona. Kepada Guardian pada 2016, Cantona juga memprovokasi publik bahwa keputusan Deschamps tak memanggil Benzema dan Hatem Ben Arfa karena ia bukan orang asli Prancis.

“Benzema dan Ben Arfa adalah dua pemain terbaik di Prancis dan tidak akan bermain di kejuaraan Eropa. Dan yang pasti Benzema dan Ben Arfa tak dipanggil karena asal usul mereka dari Afrika Utara,” kata Cantona saat itu.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More