Diduga Langgar FFP, UEFA Investigasi Transfer PSG

Football5star.com, Indonesia – UEFA mengumumkan bahwa mereka telah memulai investigasi secara resmi terkait kemungkinan pelanggaran Financial Fair Play (FFP) oleh Paris Saint-Germain (PSG).

Barcelona, Real Madrid, dan presiden La Liga Javier Tebas telah mengutarakan keluhan terkait pelanggaran FFP ketika PSG merekrut Neymar dengan harga 222 juta Euro bulan Juli lalu. Namun, UEFA baru bergerak setelah mereka meresmikan kedatangan Kylian Mbappe dengan status sebagai pemain pinjaman dari AS Monaco pada hari penutupan bursa transfer (31/8/2017).

“Badan Investigasi Keuangan Klub UEFA telah membuka investigasi resmi kepada Paris-Saint Germain sebagai bagian dari pengawasan atas regulasi FFP. Investigasi ini berfokus pada pemenuhan syarat klub, terutama dalam aktivitas transfer terbaru,” tulis pihak UEFA dalam pernyataan resminya.

Banyak pihak mengklaim peminjaman Mbappe merupakan salah satu trik PSG untuk mengakali FFP. Mereka diyakini memiliki kesepakatan di luar kontrak dengan Monaco untuk membeli Mbappe seharga 180 juta Euro pada awal musim 2018-19.

Berdasarkan peraturan FFP, Les Parisien hanya boleh menderita kerugian maksimal 5 juta Euro, atau 30 juta Euro jika pemilik klub menutupi kelebihan 25 juta Euro, sepanjang musim 2015-16, 2016-17, dan 2017-18. Investasi terkait pengembangan pemain muda, stadion, dan infrastruktur tidak termasuk dalam perhitungan.

Ini bukan pertama kalinya PSG diinvestigasi oleh UEFA. Pada 2014 lalu, mereka dihukum pengurangan hadiah turnamen sebesar 60 juta Euro dan harus mengurangi jumlah pemain di skuat karena melanggar FFP.

Jika kembali terbukti bersalah, maka bukan tidak mungkin klub milik Nasser Al Khelaifi tersebut bakal dilarang berkompetisi di Liga Champions.

Comments
Loading...