LEGENDA: Diego Maradona, Lebih dari Sekadar Gol Tangan Tuhan

Football5star.com, Indonesia – Sebutkan satu nama pesepak bola yang dianggap mewakili pesepak bola bengal. Nama itu bukan mengarah ke Mario Balotelli atau pun Joey Barton. Jauh sebelum dua nama itu melejit, ada Diego Armando Maradona yang telah mendapatkan label pesepak bola bengal.

Bagi saya pribadi, Maradona bukan hanya sosok yang bengal, namun ia adalah sosok yang mendapatkan restu untuk melakukan apa pun dari Tuhan. Istilah Gol Tangan Tuhan yang melekat selamanya dalam diri Maradona menjadi bukti. Tuhan ditempelkan dengan aksi tak terpuji seorang pesepak bola. Bahkan, kariernya setelah gol itu masih berjalan mulus.

Dari Buenos Aires Menuju Naples
Diego Maradona Napoli vs AC Milan -interleaning

Debut profesional Diego Maradona terjadi sepuluh hari menjelang ulang tahunnya yang ke-16 pada 20 Oktober 1976. Membela Argentinos Junior, ia bermain dengan mengenakan kaus bernomor punggung 16. Dua pekan setelah ulang tahun yang ke-16, Maradona mencetak gol perdananya saat melawan San Lorenzo pada 14 November 1976. Gol tersebut menjadi gerbang pembuka bagi karier cemerlang Maradona.

Lima tahun di Argentinos Junior, ia memutuskan pindah ke Boca Juniors. Padahal, di saat yang bersamaan River Plate juga menawar Maradona dengan janji akan memberikan gaji yang jauh lebih besar. Kecintaannya terhadap Boca Juniors membuat ia melewatkan tawaran River Plate dan memilih bergabung dengan klub idolanya.

Tepat setelah Piala Dunia 1982, Maradona pindah ke salah satu klub terbaik di dunia, Barcelona. Kariernya merangkak naik saat membela klub asal Catalan tersebut. Ada satu momen menarik ketika ia masih membela Barcelona. Ia menjadi pemain pertama yang mendapatkan standing applause dari penggemar Real Madrid saat kedua kesebelasan bertemu pada 26 Juni 1983.

Maradona yang saat itu telah berhadapan satu lawan satu dengan kiper dengan mudah melewati kiper Real Madrid saat itu, Agustín Rodríguez Santiago. Juan Jose, bek Real Madrid melakukan tekel yang dengan cepat mampu Maradona hindari. Maradona pun melepaskan tendangan ke gawang yang telah kosong. Seisi stadion Santiago Bernabeu memberikan penghormatan tertinggi.

Sesaat sebelum dilego ke Napoli, ada satu kejadian yang disinyalir menjadi alasan dilepasnya Maradona ke Italia. Yakni pertengkaran yang melibatkan Maradona dan Miguel Sola, pemain Athletic Bilbao.

Saat itu tengah berlangsung final Copa del Rey 1984 yang diselenggarakan di markas Real Madrid. Disaksikan 100.000 penggemar di dalam stadion dan Raja Spanyol, King Juan Carlos, kedua pemain terlibat pertengkaran. Awalnya, Maradona mendapatkan intimidasi dari Sola yang berbau rasis. Pertengkaran itu merembet ke pemain lainnya.

Dua musim di Barcelona, ia pindah ke Napoli dan mencapai puncak kariernya di Naples. David Goldblatt, seorang penulis bahkan menyebut Maradona sebagai juru penyelamat bagi Napoli. Kedatangan Maradona membuat wilayah Italia bagian Selatan menjadi lebih dikenal publik.

Perseturan wilayah Utara-Selatan di Italia memang meruncing. Kesenjangan di bidang ekonomi merembet ke sepak bola. Pada musim 1986/1987, Maradona memberikan gelar Serie A pertama untuk Napoli. Total, lima gelar diberikan oleh pemain yang selama membela panji Napoli mencetak 115 gol ini.

Maradona dan Narkoba yang Saling Berkelindan
Diego Maradona yang Layak Dikenang Lebih dari Gol Tangan Tuhan - Football5star - Reddit
Reddit

Kehidupan Maradona tak bisa lepas dari kontroversi. Hampir di setiap klub yang ia bela, selalu ada kasus yang membuat narasi kontroversi miliknya menutupi kemampuan olah bolanya yang di atas rata-rata.

Selain pertengkaran fenomenal yang terjadi did epan Raja Spanyol, kisah bengal Maradona lain terjadi di luar lapangan. Yakni saat itu berkutat dengan obat-obatan. Kelak, obat-obatan pula yang turut andil membuat kariernya terhenti untuk beberapa saat.

Kedekatan Diego Maradona dengan obat-obatan jenis Kokain terjadi sejak tahun 1980-an. Yakni saat ia masih berseragam Barcelona. Dilansir dari Squawka, Maradona rutin mengonsumsi kokain sejak berusia 24 tahun dan bermain untuk Barcelona.

“Saya berusia 24 tahun ketika mulai mengonsumsi narkoba dan saat itu bermain di Barcelona,” beber Maradona dikutip Football5star dari Squawka.

Kepindahannya ke Napoli membuat dirinya semakin dekat dengan narkoba. Naples adalah wilayah yang lekat dengan peredaran narkoba. Ia diduga memiliki kedekatan dengan salah satu mafia di Naples yang bernama Camorra. Saat bermain di Napoli pula, ia untuk pertama kali mendapatkan hukuman karena narkoba.

Pada April 1991, ia dihukum 15 bulan oleh Napoli lantaran positif mengonsumsi narkoba. Hukuman itu berakhir pada Juni 1992. Maradona meninggalkan Napoli dengan dua hal: dosa narkoba dan prestasi yang belum bisa diulangi pemain lain.

Gol Tangan Tuhan yang Mahsyur Itu…
Diego Maradona yang Layak Dikenang Lebih dari Gol Tangan Tuhan - Football5star - AS
AS

“Cepatlah kemari, peluk aku dan rayakan golnya. Kalau tidak, wasit akan menganulir gol itu,” tulis Football-Tribe.

Saat itu, Piala Dunia 1986 tengah masuk dalam babak perempat final. Dengan latar Perang Falklands, pertandingan Argentina melawan Inggris disinyalir akan berjalan seru. Nyatanya, pertandingan ini lebih dari seru.

Diego Maradona saat itu berperilaku laiknya setan dan malaikat. Ia menjadi dua hal yang kontras itu di satu pertandingan dan dalam tempo waktu yang teramat singkat, tiga menit.

Pada menit ke-51, ia menjadi sosok setan dengan gol tangan tuhan yang melegenda. Serangan cepat Argentina berakhir di kaki Jorge Valdano. Mendapatkan pengawalan super ketat, Valdano kesulitan menguasai bola dan alhasil bola pun disapu oleh bek Inggris.

Sayangnya, bola justru mengarah ke kotak penalti. Dengan tinggi badan yang lebih unggul, Peter Shilton, kiper Inggris saat itu dirasa akan memenangkan duel udara melawa Maradona. Namun, naluri setan Maradona muncul. Saat keduanya beradu di udara, tangan Maradona ikut bermain dan kemudian bola masuk ke gawang.

Cara Diego Maradona menyamarkan gerakan tangan dan ayunan kepala adalah cara cerdik untuk mengelabui wasit. Wasit Bin Naser asal Tunisia mengesahkan gol tersebut.

Sisi malaikat Maradona muncul tiga menit setelahnya. Zen R.S dalam bukunya yang berjudul Simulakra Sepakbola menyebut Maradona laiknya Ballerina. Proses gol kedua ke gawang Shilton saat itu membuat Maradona bak seorang Balllerina yang meliuk-liuk melewati empat pemain Inggris. Gol tersebut dinobatkan sebagai gol terbaik sepanjang masa.

Dari Sepak Bola ke Politik Kanan-Kiri
Diego Maradona yang Layak Dikenang Lebih dari Gol Tangan Tuhan - Football5star - Reddit
Reddit

Jauh sebelum bertemu dan mengagumi sosok Hugo Chavez dan Fidel Castro, Maradona lebih dulu dekat dengan tokoh Neo-Liberal Argentina, Carlos Menem. Namun setelah Maradona berkunjung ke Kuba dan bertemu dengan Castro, semuanya berubah.

“Diego adalah teman yang sangat baik Tak perlu dipertanyakan lagi kualitasnya sebagai atlet. Ia juga menjalin persahabatan dengan Kuba tanpa mendapatkan keuntungan material apa pun,” ucap Castro dilansir Football5star dari FIFA.

Diego Maradona juga memiliki tiga tato bergambar tiga tokoh sosialis. Yakni tato Castro di kaki kiri dan Chavez di kaki kanan. Tak lupa pula ia memiliki tato Che Guevara di lengan kanan.

Pada 2005, ia menyebut dirinya sebagai seorang Chavista, yakni seseorang yang menganut ideologi politik Chavism ala Hugo Chavez. Ia berkata: “Saya percaya pada Chavez, saya seorang Chavista. Apa pun yang dilakukan Fidel dan Chavez, bagi saya itu yang terbaik.” Maradona adalah sosok yang layak untuk dikenang. Setiap orang memiliki cara tersendiri untuk mengenang sosok Maradona. Yang pasti, Maradona bukan hanya soal gol tangan Tuhan.

Comments
Loading...