Diego Simeone: Ini Bukan Akhir Sebuah Era di Atletico Madrid

Football5Star.com, Indonesia – Kejutan besar tersaji pada ajang Copa del Rey. Atletico Madrid disingkirkan klub Divisi III, Cultural Leonesa. Pada laga Babak III di Stadion Reino de Leon, tim asuhan Diego Simeone kalah 1-2 lewat perpanjangan waktu.

Atletico Madrid sebetulnya unggul terlebih dahulu berkat gol Angel Correa pada menit ke-62. Namun, Cultural Leonesa menyamakan kedudukan hanya tujuh menit jelang laga usai melalui Castenada. Pada perpanjangan waktu, Sergio Benito menjadi pahlawan tuan rumah dengan golnya pada menit ke-108.

Itu adalah sebuah kemunduran besar bagi Atletico Madrid. Sejak tersingkir pada Babak II musim 2001-02, ini adalah prestasi terburuk. Bila ditelusur ke belakang, ini juga menunjukkan penurunan prestasi berjenjang dalam tiga musim terakhir.

Atletico Madrid tersingkir pada Babak III Copa del Rey di kandang Cultural Leonesa.
atleticodemadrid.com

Pada musim 2016-17, Atletico Madrid mampu lolos ke semifinal. Namun, musim berikutnya, mereka tersingkir pada perempat final. Lalu, musim lalu, mereka pun tersisih pada babak 16-besar. Kini, Los Colchoneros terhenti pada Babak III.

Meskipun demikian, Diego Simeone menolak anggapan kekalahan dari Leonesa sebagai akhir sebuah era di Atletico Madrid. Dia pun masih menaruh kepercayaan tinggi terhadap skuat yang ada saat ini.

“Akhir sebuah era? Memang perlu sebuah opini dalam dunia jurnalistik. Saya percaya pada para pemain saya. Saya yakin bahwa saya memiliki staf penting,” kata Diego Simeone selepas pertandingan seperti dikutip Football5Star.com dari Marca.

Lebih jauh, eks pemain Lazio itu menilai kekalahan mengejutkan dari Leonesa sebetulnya bukanlah sesuatu yang luar biasa. “Setelah sekian lama, normal saya hal ini terjadi. Namun, seharusnya ini memang dapat dicegah,” ujar dia.

Kehilangan Ketajaman

Dalam pandangan Diego Simeone, ada satu hal yang jadi faktor kegagalan Atletico menekuk Leonesa. Itu adalah penyelesaian akhir yang buruk dari para pemainnya.

Atletico Madrid hanya mencetak satu gol dari 21 tembakan yang dilepaskan sepanjang laga lawan Cultural Leonesa.
Getty Images

“Kami punya banyak peluang mencetak gol, tapi kiper mereka tampil fantastis. Cultural tampil sangat baik. Ketika gagal mencetak gol, situasi jadi makin sulit,” urai Diego Simeone lagi.

Statistik menunjukkan, Atletico Madrid melepaskan 21 tembakan sepanjang 120 laga di kandang Leonesa. Dari jumlah itu, 11 di antaranya mengarah ke gawang lawan. Namun, hanya satu yang menjadi gol. Sebaliknya, Leonesa hanya melepaskan enam tembakan yang tiga di antaranya mengarah ke gawang dan dua menjadi gol.

Terlepas dari hal itu, Diego Simeone tak lantas mencari-cari kambing hitam. Dia pun tak menyalahkan para pemainnya. “Cultural pantas menang. Kami tak menunjukkan kekuatan yang sebenarnya. Ini sepenuhnya tanggung jawab saya,” kata dia menandaskan.

Comments are closed.