Dikritik Bos Bayern, Presiden DFB Tak Mau Balik Menyerang

Banner Football Live Star Baru-Football5star Football5Star.com, Indonesia – Tenang dan tak buru-buru emosional menanggapi kritik. Hal itu ditunjukkan Reinhard Grindel, Presiden DFB, dalam menghadapi kritik pedas dari bos Bayern Munich, Karl-Heinz Rummenigge. Grindel terlihat berusaha menghindari suasana yang makin keruh.

“Secara pribadi, saya punya hubungan baik dengan Karl-Heinz Rummenigge. Kami secara reguler berdiskusi tentang hal-hal terkait olahraga dan kebijakan olahraga,” ungkap Grindel, Jumat (20/7/2018), seperti dikutip Football5Star.com dari Sport1.

Karl-Heinz Rummenigge saat penghormatan untuk Jupp Heynckes.
ovb-heimatzeitungen.de

Lebih lanjut, Presiden DFB itu mengatakan, “Saya sangat berterima kasih kepada dia. Saya yakin kami akan tetap menjaga kerjasama baik yang telah dibuat saat ini.”

Sebelumnya, Rummenigge tanpa tedeng aling-aling menuding DFB diisi banyak orang amatir. Menurut dia, itulah yang membuat banyak hal tak berjalan seperti semestinya. Di antaranya penerapan video assistant referee (VAR) di Bundesliga 1 dan kiprah timnas Jerman di Piala Dunia 2018.

“Saya kehilangan orang-orang profesional yang menangani situasi krisis pada saat ini. Namun, saya tak terkejut karena DFB hanyalah sekumpulan orang amatir. Tak ada pakar sepak bola di sana,” cetus Rummenigge. “Selama semusim, penerapan VAR di Bundesliga mengalami banyak masalah. Di Piala Dunia, hanya enam pekan, penerapan VAR sangat bagus.”

Pria berumur 62 tahun itu juga mengkritik DFB yang terlihat seperti mengambinghitamkan Mesut Oezil dalam kegagalan Die Mannschaft di Rusia 2018. Dia menilai hal itu sebagai sikap yang keterlaluan.

Sebelumnya, bos Bayern dibuat meradang oleh keterlibatan para pemainnya dalam kampanye Best Never Rest yang diusung timnas Jerman bersama Daimler. Sesuai aturan yang ada, karena Bayern terikat kontrak dengan Audi, tak ada penggawa Die Roten yang dilibatkan dalam kampanye tersebut.


Tahukah Anda?

Karier Reinhard Grindel di DFB terbilang meroket. Ditunjuk sebagai bendahara pada 2013, dia lantas terpilih sebagai presiden pada April 2016 seiring pengunduran diri Wolfgang Niersbach yang tersangkut kasus pencalonan tuan rumah Piala Dunia 2006.

Comments
Loading...