Dikritik FIFPro, Begini Jawaban Tegas Ketum PSSI

Foootball5star.com, Indonesia – Ketua umum PSSI, Mochamad Iriawan buka suara terkait kritik yang disampaikan oleh asosiasi pesepak bola profesional internasional, FIFPro terkait pemotongan gaji pemain di Liga Indonesia.

Menurut pria yang akrab disapa Iwan Bule tersebut, pernyataan FIFPro sangat tidak simpatik dengan kondisi yang dialami kompetisi di Indonesia. Iwan Bule juga meminta FIFPro tidak ikut mengompori situasi yang ada.

“Hentikan perdebatan tentang untung, rugi, dan bunyi kontrak. Tidak ada guna memperdebatkan situasi bencana,” katanya seperti dikutip Football5star.com dari antara, Sabtu (23/5/2020).

FIFPro Kaget, Pemain Indonesia Setuju Saja Gajinya Dipotong 75 Persen. Dikecam FIFPro Soal Gaji Pemain Liga 1, Begini Tanggapan PSSI

“Itu terkesan tidak berempati dengan kesulitan yang sama-sama dihadapi oleh bangsa. Faktanya, saat ini kompetisi sedang mati suri. Jangan ada pihak yang mengompori,” tambah Iwan Bule.

“Saya berharap semua pihak bisa saling berangkulan erat untuk sama-sama bangkit dan hidup melewati bencana ini. Baik itu klub, pemain, pelatih, dan semua insan sepakbola yang saling mengikat kontrak,”

Sebelumya, FIFPro melalui halaman resmi mereka menyebut bahwa PSSI melakukan intervensi hubungan kerja pemain tanpa mengudang serikat pekerja ke meja perundingan.

Menurut FIFPro, pihaknya sudah memberikan pesan agar seluruh pihak federasi di seluruh dunia untuk bisa bekerjasama dengan klub dan pemain dalam rangka kondisi ekonomi para pemain di tengah pandemi corona.

Namun kata FIFPro, pihak PSSI malah tidak berkomunikasi dengan perwakilan mereka, APPI. Pada awal April lalu, APPI sudah menyebut bahwa pemotongan gaji membuat pemain menerima di bawah UMR.

“Banyak pemain yang seperti itu, terutama di Liga 2. Ada yang masih bergaji Rp5 jutaan yang, kalau dipotong jadi tinggal 25 persen sesuai keputusan PSSI, berarti hanya menerima Rp1,25 juta, di bawah UMR. Itu, kan, tidak pas,” ujar Kuasa Hukum APPI Riza Hufaida.