“Disiksa” Tiga Hari Sekali, Pemain Timnas U-19 Mulai Tumbang

Football5Star.com, Indonesia – Beberapa pemain Timnas U-19 Indonesia mulai tumbang usai fisiknya terus “disiksa” oleh tim pelatih. Beberapa nama bahkan sampai harus mengalami cedera dan menepi dari latihan untuk sementara.

Seperti diketahui, saat ini Timnas U-19 Indonesia sedang melakoni pemusatan latihan (TC) di Jakarta dipimpin oleh Nova Arianto lantaran Shin Tae-yong sudah pulang kampung ke negaranya. Namun, sang pelatih tetap memantau melalui virtual.

Fokus dalam TC kali ini para pemain Timnas U-19 memang terus digenjot secara fisik. Hal ini merupakan salah satu upaya tim pelatih utnuk menjaga kondisi, terutama ketahanan fisik pemainnya.

Untuk menu latihan pemain timnas U-19, setiap harinya berlangsung dengan intensitas yang tinggi dan sehari tiga kali. Pada pagi hari timnas U-19 mendapat latihan strength endurance dengan naik turun tangga dan skipping.

Pemain Timnas U-19 Indonesia   Mulai Tumbang
PSSI

Sore hari latihan permainan atau teknik dengan bola di lapangan dan tetap bertujuan meningkatkan level fisik penggawa Timnas U-19. Lalu malam harinya latihan di gym untuk meningkatkan kekuatan serta massa otot.

“Sesuai materi latihan dari coach Shin Tae-yong fokus selama pekan ini adalah mempertahankan serta meningkatkan level endurance pemain. Selain itu, melihat mental pemain dalam melaksanakan latihan yang diberikan. Jadi pemain harus selalu siap dan kerja keras,” kata Nova Arianto dalam laman resmi PSSI.

Meski demikian, Nova mengaku puas dengan perkembangan pemain Timnas U-19. Dia menyebut ada perkembangan positif dari para pemain meski diakui belum maksimal. Apalagi, usai digas terus sehari tiga kali, mulai banyak pemain yang tumbang dan cedera.

“Pemain dalam kondisi baik meski ada beberapa yang cedera. Secara keseluruhan pemain terus berjuang keras dan menunjukkan progres yang baik setiap harinya,” tutup Nova.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More