Dituding Anti-Persija, Ini Balasan Menohok Waka Satgas Antimafia Bola

Football5star.com, Indonesia – Kinerja Satgas Antimafia Bola tak luput dari kritik dan suara miring. Bahkan, ada yang menganggap mereka bekerja untuk menyudutkan Persija Jakarta. Hal itu yang membuat Wakil Satgas Antimafa Bola, Brigjen Pol Krishna Murti buka suara.

Sejak menahbiskan diri sebagai juara Liga 1 2018, Persija Jakarta memang dituding terlibat dalam praktik pengaturan skor. Alhasil, ketika Satgas Antimafia Bola dibentuk, muncul sikap kontra dari sebagian pihak.

Mereka menganggap Satgas Antimafia Bola berada di posisi anti-Persija Jakarta. Tim yang diketuai Brigjen Pol Hendro Pandowo itu dianggap tengah mengarahkan narasi bahwa Persija Jakarta memang terlibat pengaturan skor.

Terkait anggapan itu, Krishna Murti selaku Waka Satgas Antimafia Bola, tak lantas menyalahkan pihak pendukung Persija Jakarta. Menurutnya, anggapan negatif soal Satgas Antimafia Bola diapungkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, dan tak mau sepak bola Indonesia menjadi bersih.

Satgas Antimafia Bola Bantah Anti-Persija
satgas amankan 300 juta dari tangan joko driyono

Dalam unggahan di akun Instagram pribadinya @krishnamurti_bd91, Krishna Murti coba mengklarifikasi anggapan negatif itu. Dia menekankan bahwa apa yang dilakukan Satgas Antimafia Bola murni sebagai upaya membersihkan sepak bola Indonesia.

“Dokumentasi pengamanan Final Piala Presiden tahun 2015 di GBK. Ada yg me melintir seolah2 pada saat itu saya adalah Capo Persib dg video editan ketika kami menenangkan Supporter yg lempar2 botol di tribun,” tulis Krishna Murti dalam foto yang diunggahnya, Rabu (20/2).

“Semua dilakukan untuk membangkitkan kebencian supporter The Jak pada Satgas anti mafia bola. Mereka menuduh satgas sbg satgas anti Persija. Padahal kami satgas banyak komunikasi dg para pengurus Persija dan banyak saling support berbagi informasi ttg Mafia bola. Kalau pengurusnya santai saja tidak pernah merasa bahwa Satgas anti mereka, kenapa supporter berpikir begitu..??” urai Krishna Murti menambahkan.

Krishna Murti juga mengultimatum akun-akun media sosial yang coba menebar berita bohong atau menyampaikan narasi kebencian. Dia percaya, isu negatif yang beredar soal Satgas Antimafia Bola tidak datang dari suporter Persija Jakarta atau klub lain, melainkan segelintir oknum tak bertanggung jawab.

“Ya ini karena provokasi akun2 bayaran mafia utk supaya the Jak tdk dukung satgas. Percayalah satgas hanya membongkar mafia bola, bukan mematikan klub. Kalau ada yg menyerang pribadi, sudah biasa. Tapi kalau anda menyerang Satgas apalagi institusi Polri dg hoax, maka itu adalah kejahatan. Nanti yg upload2 video editan kalau sdh tercyiduk jangan nangis2.. @anakjakartaid #kmupdates,” tegas Krishna Murti.

Klarifikasi Krishna Murti soal tudingan miring terhadapnya.
Bersumber dari Video Provokasi Akun @AnakJakartaID

Klarifikasi Krishna Murti itu sejatinya dilatari sebuah video yang sempat viral. Dalam sebuah video, Krishna Murti tampak memberi komando kepada suporter Persib pada final Piala Presiden 2015. Video tersebut memperlihatkan Krishna Murti tengah berada di dekat tribun penonton. Ia pun sampai naik ke pagar pembatas antara tribun dan lapangan.

Apesnya, video yang diunggah kembali oleh akun @anakjakartaid itu justru menjadi acuan Krishna Murti untuk membuat respons. Pasalnya, akun @anakjakartaID pun menyertakan keterangan bahwa Krishna Murti menjadi dirigen atau capo bobotoh dalam laga final di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) itu.

“Momen video bapak Krishna Murti saat menjadi dirigen pertandingan Persib di GBK beberapa tahun yang lalu Mantep. Selain dirigen pak KM juga pernah bercita2 menjadi pemain persib. APE LO APE LO,” bunyi keteranga video di akun @anakjakartaid pada Selasa (19/2).

Akan tetapi, setelah Krishna Murti mengunggah foto klarifikasi dan memberi ultimatum, akun @anakjakartaid langsung membuat permintaan maaf. Mereka menyesal telah membuat keterangan video dan menggiring opini untuk satu hal yang belum pasti kebenarannya.

https://www.instagram.com/p/BuGLQ-PFKNC/

Unggahan permintaan maaf akun @anakjakartaid.

Merespons permintaan maaf itu, Krishna Murti tak lantas memperpanjang masalah. Dia justru berharap agar seluruh suporter bisa bersatu dalam upaya membersihkan serta memajukan sepak bola Indonesia.

Tak berhenti sampai di situ, Krishna Murti juga mengunggah video bersama dua mantan petinggi Persija Jakarta, Gede Widiade dan Rafil Perdana. Krishna Murti mengaku sering bertukar informasi persoalan mafia bola dengan Gede Widiade dan Rafil Perdana. Sementara, Gede Widiade juga menyatakan mendukung penuh apa yang dikerjakan Satgas Antimafia Bola.

Krishna Murti mengunggah kebersamaannya dengan dua mantan petinggi Persija Jakarta.
Comments
Loading...