Dituding Tidak Transparan, PT LIB Bingung

Football5star.com, Indonesia – Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB) Berlinton Siahaan, mengaku bingung atas tudingan instransparansi yang dilayangkan oleh perwakilan 15 klub peserta Liga 1. Para perwakilan klub tersebut menyoroti tiga aspek yakni bisnis, legal, dan teknis. Berlinton menilai, pihaknya selama ini sudah melakukan semua kewajiban sebagai operator, termasuk dari aspek bisnis.

“Saya tegaskan, para klub peserta sudah menerima bagian masing-masing. Makanya saya bingung kalau dibilang mereka belum terima. Tidak ada yang terlewat atau menunggak baik Liga 1, atau Liga 2. Justru kami yang masih ditunggak oleh beberapa sponsor,” kata Berlinton.

“Mereka juga sempat singgung pemerataan hak siar. Sebenarnya, itu ranah pemegang hak siar. Tapi sederhanya, mereka juga harus mengerti pangsa penonton terbesar itu ada dimana. Tidak bisa serta merta dipukul rata. Harus dilihat dulu antusiasme tertinggi ada di daerah mana,” tambahnya.

Mantan Bendara Umum PSSI tersebut pun tidak ambil pusing ketika ada ancaman mogok dari para perwakilan klub tersebut. Berlinton menganggap, memboikot kompetisi bukan perkara mudah. Sebab, ada beberapa tahapan yang harus dilakukan.

“Kalau mau mogok, ya silahkan saja. Bukannya saya menantang. Maksudnya, ada aturan yang harus diikuti. Jadi tidak seperti ini. Kami selama ini sudah bersusah payah memberikan yang terbaik untuk kompetisi.

Pada Rabu (4/10/2017), beberapa orang yang mewakili 15 klub peserta (kecuali Persib, Bali United, dan PS TNI), mengadakan pertemuan untuk menyatakan ketidakpuasan terhadap kinerja PT Liga Indonesia Baru sebagai operator kompetisi. Para perwakilan tersebut menerbitkan rilis resmi yang berisi poin apa saja yang menjadi pokok permasalahan. Mereka memberi waktu dua pekan bagi pihak PT LIB untuk merespons dengan melayangkan dokumen perjanjian di awal kompetisi bergulir.

Comments
Loading...