Ditunda, Ini 5 Opsi Leg II Final Piala Indonesia 2018-19

Football5Star.com, Indonesia – Partai leg IIfinal Piala Indonesia 2018-19 antara PSM Makassar dan Persija Jakarta resmi ditunda oleh PSSI. Penundaan tersebut dilakukan menyusul insiden pelemparan batu terhadap bus tim tamu pada Sabtu (27/7/2019).

Penundaan itu pun menyisakan tanda tanya soal kelangsungan leg II final Piala Indonesia 2018-19. Persija cenderung enggan bertanding di Makassar. Sebaliknya, kubu PSM berkeras tak mau bila pertandingan dilaksanakan di luar Makassar.

Kini, bola berada di tangan PSSI. Menurut penuturan Deputi Sekjen Marshal Masita, putusan akan diambil setelah komisi disiplin melakukan sidang pada Senin (29/7/2019).

Sambil menunggu putusan final dari PSSI, berikut ini Football5Star.com menyajikan lima opsi yang mungkin diambil terkait leg II final Piala Indonesia 2018-19.

1. Tetap di Makassar dengan Penonton

Munafri Arifuddin selaku CEO PSM Makassar menjamin keamanan Persija Jakarta pada leg kedua final Piala Indonesia 2018-19.
Instagram @appi_mika

Sesuai pengundian, laga leg II final Piala Indonesia 2018-19 adalah milik PSM Makassar. Artinya, sangat masuk akal bila manajemen klub, dalam hal ini CEO Munafri Arifuddin, berkeras pertandingan harus berlangsung di Makassar. Idealnya pula, para pendukung Pasukan Ramang tetap diberi izin untuk memberikan dukungan di stadion.

Kini, dengan insiden pelemparan batu terhadap bus Persija oleh oknum suporter membuat tim lawan enggan berlaga di kandang Pasukan Ramang. Namun, opsi itu tetap terbuka andai pihak panitia pelaksana pertandingan mampu memberikan jaminan keamanan kepada tim Macan Kemayoran.

Tentu bukan hal mudah, tapi bukan hal yang mustahil juga. Hal terpenting, pihak keamanan dan kelompok-kelompok suporter PSM mampu memberikan jaminan keamanan secara nyata. Lalu, ada penindakan segera terhadap oknum-oknum yang berbuat kericuhan pada Sabtu lalu.

2. Di Makassar Tanpa Penonton

Seperti dituturkan Manajer Ardhi Tjahjoko segera setelah insiden pelemparan terhadap bus Persija terjadi, timnya hanya mau berlaga di Makassar jika pertandingan dilangsungkan tanpa penonton. Opsi ini tetap terbuka walaupun dalam Kode Disiplin PSSI, hukuman untuk pelemparan benda oleh penonton hanya berupa denda.

Penutupan stadion atau sebagian stadion biasanya dilakukan dengan dua kondisi. Pertama, adanya sanksi dari PSSI terhadap suporter tuan rumah karena aksi kericuhan pada laga sebelumnya. Itu dialami suporter PSS pada awal musim Liga 1 2019. Kedua, panitia pelaksana pertandingan memutuskan laga tanpa penonton atas alasan keamanan dan kenyamanan.

3. Di Tempat Netral

Ardhi Tjahjoko meminta laga leg kedua final Piala Indonesia dijadwal ulang karena adanya serangan fan PSM Makassar terhadap tim Persija Jakarta.
Screenshot YouTube ANTV Sports Channel

Manajer Persija Jakarta, Ardhi Tjahjoko, berharap pertandingan leg II final Piala Indonesia 2019 tak lagi digelar di Makassar. Demi keamanan dan keselamatan timnya, dia berharap pertandingan yang ditunda itu berlangsung di tempat netral.

Akan tetapi, opsi ini ditentang oleh CEO PSM Makassar Munafri Arifuddin. Dia menegaskan, pertandingan harus tetap berlangsung di Makassar. Bahkan, dia menyatakan timnya enggan bermain bila pertandingan dilakukan di tempat netral.

Terlepas dari hal itu, PSSI bisa mengambil opsi ini sebagai jalan tengah. Hal ini pula yang diambil Conmebol pada leg II final Copa Libertadores 2018. Pertandingan Boca Juniors vs River Plate bahkan akhirnya digelar di Stadion Santiago Bernabeu milik Real Madrid.

4. Di Jakarta dsk. dengan Penanganan Langsung PSSI

Bila panitia pelaksana pertandingan PSM Makassar dianggap tak mampu, PSSI bisa saja mengambil alih sepenuhnya penanganan laga leg II final Piala Indonesia 2018-19. Dalam kontrol pusat, pertandingan bisa dilakukan di mana pun, termasuk di Jakarta atau stadion-stadion yang ada di sekitarnya demi memudahkan koordinasi dan pengawasan.

Bila opsi ini diambil, akan sangat masuk akal jika pertandingan digelar tanpa penonton. Ini untuk menjaga prinsip keadilan karena basis pendukung Persija lebih mungkin memenuhi stadion.

5. Laga Leg II Ditiadakan

PSSI telah menyatakan final Piala Indonesia 2018-19 digelar dengan sistem dua leg. Namun, dengan adanya insiden penyerangan terhadap tim tamu, bisa saja putusan ekstrem dibuat, yakni pembatalan pertandingan secara permanen. Artinya, sang juara ditentukan oleh hasil pada leg I.

Opsi ini terbilang ekstrem dan potensial menimbulkan polemik berkepanjangan karena dinilai menguntungkan salah satu klub. Namun, sebagai opsi, hal itu bisa saja diambil PSSI bila memang ada kondisi yang masuk kategori force majeure atau tidak ada titik temu di antara kedua pihak, dalam hal ini Persija Jakarta dan PSM Makassar terkait leg II final Piala Indonesia 2018-19.