Djanur: Bagus Kahfi Lebih Baik Main di Liga 1 Saja Daripada di Eropa

Football5star.com, Indonesia – Keinginan pemain Garuda Select, Bagus Kahfi, untuk berkarier di Eropa tak sepenuhnya mendapat dukungan. Termasuk pelatih Barito Putera, Djadjang Nurdjaman, yang memperingkatkan Bagus Kahfi agar berpikir dua kali soal keinginannya itu.

Bagus Kahfi memang digadang-gadang tengah mendapat perhatian dari sejumlah klub Eropa berkat performa impresifnya bersama Garuda Select. Pesepak bola berusia 18 tahun itu sepanjang Februari melesakkan 10 gol untuk skuat Garuda Select.

Selama menimba ilmu di Inggris dan Italia, pemain bernama lengkap Amiruddin Bagus Kahfi Al-Fikri itu membulatkan tekad untuk berkarier di Eropa. Namun, ternyata tak semua yang memberi dukungan penuh kepadanya.

bagus kahfi garuda select  Mola TV

Djadjang Nurdjaman, yang sejauh ini belum pernah memberi ruang kepada Bagus Kahfi untuk berkarier di tim utama Barito Putera, ternyata meragukan niat itu. Pria yang akrab disapa Djanur tersebut memperingatkan agar Bagus berpikir dua kali sebelum mengambil keputusan.

“Saya sih melihatnya harus hati-hati ya. Namanya juga main di luar tuh jangan cuma gaungnya saja. Apakah di sana akan main reguler di klub atau tidak. Kan harus diperhitungkan. Contoh Egy Maulana Vikri, apa dimainkan di sana (Lechia Gdansk)? Kita lihat juga hal itu,” ujar Djanur dikutip Football5star.com dari laman resmi Barito Putera.

Barito Putera - Djadjang Nurdjaman - Bali United - @psbaritoputeraofficial 2

Djanur menambahkan, “Perkembangan setelah main di sana lalu balik ke timnas akan jadi seperti apa? Jadi, harus hati-hati dalam memiih”.

Mantan pelatih Persib Bandung dan Persebaya Surabaya itu pun lebih suka jika Bagus kembali ke Barito Putera dan membina karier di Liga 1. “Saya pikir, apalagi dia sudah masuk skuat Liga 1. Kalau punya kesempatan main di sini, prospek buat dia lebih baik,” bilang Djanur memungkasi.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More