Drama di Laga Atalanta vs PSG Hasilkan 5 Fakta Menarik

Football5star.com, Indonesia – Drama terjadi di babak perempat final Liga Champions antara Atalanta vs PSG di Stadion Da Luz, Kamis (13/8/2020). Atalanta yang meminpin 1-0 hingga menit ke-90 harus tersingkir lewat 2 gol PSG yang dicetak di masa injury time.

Atalanta di pertandingan melawan PSG sebenarnya tidak mendominasi pertandingan. Justru tim kaya Prancis tersebut yang sejak menit awal pertandingan mendapat peluang emas untuk bisa mencetak gol terlebih dahulu.

Neymar misalnya di menit ke-3 berhasil mendapat peluag emas dengan aksi solo run. Sayangnya sepakannya yang tinggal berhadapan dengan Marco Sportiello melenceng jauh dari gawang Atalanta. Meski mampu mencetak gol terlebih dahulu lewat Mario Pasalic di menit ke-26.

PSG akhirnya mampu membalikkan keadaan di masa injury time. Gol penyama kedudukan PSG dicetak oleh Marcos Correa pada menit ke-90. Tiga menit kemudian, pemain pengganti, Eric Maxim Choupo-Moting membuat PSG mengakhiri laga dengan skor 2-1.

Sejumlah fakta menarik pun muncul usai laga dramatis ini. Apa saja fakta tersebut? Berikut ulasannya:

PSG ulangi capaian 1995

Lolosnya Neymar dkk ke babak semifinal Liga Champions musim ini mengulangi capaian musim 1994-95. Saat itu, PSG juga berhasil lolos ke babak semifinal setelah di babak perempat final mengalahkan Barcelona dengan menang agregat 3-2.

Sayangnya PSG yang di musim itu diperkuat oleh George Weah kalah telak 0-3 dari AC Milan di babak semifinal. Sementara itu sejak 2012-13, prestasi terbaik PSG di Liga Champions adalah babak perempat final.

Prestasi terbaik Thomas Tuchel

Kemenangan PSG atas Atalanta juga membuat pelatih asal Jerman, Thomas Tuchel torehkan prestasi terbaiknya sepanjang karier di kompetisi Eropa. Lolosnya PSG ke babak semifinal Liga Champions jadi capain tertinggi Tuchel selama memimpin klub bermain di kompetisi Eropa.

Sebelumnya Tuchel dua kali membawa PSG hanya sampai ke babak perempat final yakni di musim 2016-17 dan 2019-20. Selain itu saat melatih Dortmund, Tuchel membawa Die Borussen ke babak perempat final Liga Europa musim 2015-16.

149 detik mengubah segalanya

Berulang kali menggempur pertahanan Atalanta di 90 menit, PSG selalu gagal mencetak gol. Namun hal itu berubah saat babak kedua memasuki masa injury time. Hanya dalam tempo 149 detik, PSG sukses mencetak dua gol dan lolos ke babak semifinal Liga Champions musim ini.

Gol pertama PSG dicetak oleh Marquinhos di menit ke-90 dan tiga menit kemudian eks pemain Stoke, Eric Maxim Choupo-Moting mencetak gol kemenangan PSG. Drama benar-benar terjadi di laga Atalanta vs PSG.

PSG ikuti jejak Manchester United

Kemenangan PSG atas Atalanta yang terjadi di masa injury time babak kedua membuat anak asuh Thomas Tuchel itu mengikuti jejak Manchester United dan tiga tim lainnya, Bayern Munich dan Dortmund yang menang setelah memasuki menit ke-90.

Akhir menyakitkan Atalanta

Tersingkirnya Atalanta dari Liga Champions musim ini terasa menyakitkan. Sudah unggul 1 gol hingga menit ke-90, justru kebobolan dua gol di masa injury time. Padahal Atalanta pemegang rekor tim yang mencetak gol terbanyak musim ini di Serie A.

Menariknya Atalanta juga memiliki capaian gol terbanyak di seluruh pertandingan di musim ini. La Dea tercatat mencetak 115 gol dari 47 laga di semua kompetisi. Itu sebelum laga melawan PSG. Sedangkan PSG sebelum melawan Atalanta catatkan 131 gol dari 46 laga di semua kompetisi.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More