Dua Bulan Lagi, Milan Akan Dimiliki Investor China

Salvatore Galatioto, seorang mediator asal Amerika Serikat, mengklaim AC Milan dalam kurun enam sampai delapan bulan ke depan, akan resmi memiliki investor baru. Kabarnya, calon pemilik saham baru I Rossoneri adalah sebuah konsorsium asal China.

Setelah negosiasi dengan ‘Mr. Bee’ Taechaubol menemui jalan buntu, Presiden Milan, Silvio Berlusconi, mempertimbangkan menjual 50 persen saham atau lebih kepada investor dari China.

“Kita berbicara tentang klub yang sangat penting, yang dikenal di seluruh dunia. Ini juga merupakan kota yang indah dan di atas semuanya merupakan sebuah merek yang fantastis, yaitu AC Milan. Untuk alasan yang jelas, saya tidak bisa mengungkapkan siapa pembeli potensial. Saya hanya bisa mengatakan itu adalah kelompok asal China yang memiliki ambisi besar dan sangat tertarik dengan klub,” kata Galatioto kepada La Gazzetta dello Sport di New York.

“Orang-orang penting pantas menjadi bagian dari proyek ini, kami memiliki beberapa ide dan rencana yang sangat menarik, tapi pertama harus menyimpulkan operasinya. Saya pikir jika segalanya berjalan baik, kami bisa menyelesaikan kesepakatan dalam enam sampai delapan minggu. Salah satu mantan mahasiswa saya di Columbia University, yang tidak akan saya sebut namanya, tinggal di Milan dan bertindak sebagai konsultan dalam operasi ini,” sambungnya.

Bahkan, Galatioto mengklaim mendapat dukungan dari fans Milan terkait misi penjualan saham klub kepada investor China.

“Langkah ini mengingatkan saya Golden State Warriors. Hari ini saya menerima email dari fans Warriors yang berterima kasih kepada saya. Para pendukung Milan sudah melakukan hal yang sama, inbox saya penuh dengan pesan dari fans.Sangat luar biasa untuk mendapatkan gairah fans untuk tim mereka,” sebut Galatioto lagi.

Mantan perwakilan Lehman Brothers ini merupakan salah satu dari 50 orang paling berpengaruh dalam dunia olahraga AS versi Street & Smith Sports Business Journal pada 2010 dan sebagai penasihat telah membantu lebih dari 70 perubahan kepemilikan klub bersama perusahaan miliknya, Galatioto Sports Partners.

“Tidak cukup hanya mempertimbangkan aspek ekonomi, yang secara alami adalah penting. Kita juga harus melihat masa depan waralaba dan memikirkan kesuksesan mereka. Saya tidak bisa masuk secara spesifik, tapi kami bekerja dengan beberapa tim Premier League sebagai penasihat untuk mengoptimalkan dan memverifikasi keuntungan mereka. Idenya adalah untuk membuat klub yang menguntungkan dari waktu ke waktu, untuk menciptakan basis ekonomi yang solid yang kemudian dapat memberikan hasil di lapangan,” tutur dia menceritakan misinya secara umum.

“Saya tidak ingin populer. Saya hanya berhubungan dengan keuntungan, karena saya tertarik untuk membuat klub yang kompetitif baik di olahraga dan tingkat keuangan. Mengembangkan merek terkenal adalah tujuan. Keberhasilan klien penting bagi kami, seperti New York Yankee atau Warriors, yang telah membuat saya sangat bangga,” tutup Galatioto.

Comments
Loading...