Dua Catatan Buruk Hantui Madura United di 8-Besar Piala Presiden

Football5Star.com, Indonesia – Madura United tak bisa jemawa meski mampu melangkah ke perempat final Piala Presiden 2019. Apalagi, mereka harus melawan Persela Lamongan pada babak 8-besar itu. Ada dua catatan buruk yang menghantui mereka pada laga nanti.

Catatan buruk pertama adalah kegagalan di dua perhelatan sebelumnya. Pada Piala Presiden 2017 dan 2018, tim berjuluk Laskar Sapeh Kerrab itu selalu terhenti di perempat final.

Pada 2017, langkah Madura United dihentikan Borneo FC. Imbang tanpa gol selama 120 menit, mereka lantas tersingkir karena kalah adu penalti 4-5. Hal serupa terulang tahun berikutnya. Kali ini dari Bali United. Imbang 2-2, lagi-lagi mereka takluk 4-5 pada adu penalti.

Pelatih Dejan Antonic tahu persis rekor buruk Madura United di perempat final Piala Presiden.
maduraunitedfc.com

Catatan buruk tersebut tak luput dari perhatian pelatih Dejan Antonic. “Madura sering gagal di babak 8-besar. Kami harus persiapkan itu agar tidak lagi gagal. Kalau gagal terus, tidak ada perkembangan. Kami harus optimistis dan latihan untuk lolos ke semifinal,” kata dia seperti dikutip Football5Star.com dari laman resmi Madura United.

Sementara itu, catatan buruk kedua terkait rekor buruk saat melawat ke kandang Persela. Sesuai hasil undian, Madura United memang jadi tim yang berstatus tamu pada babak 8-besar nanti. Belakangan ini, Laskar Sapeh Kerrab selalu gagal memetik kemenangan di Lamongan.

Sejak 2016, Madura United hanya meraup satu hasil imbang dan dua kali kalah di kandang klub yang ditangani Aji Santoso tersebut. Pada 13 Agustus 2016, mereka kalah 1-2, sedangkan lawatan pada 21 April 2017 berakhir 0-2. Lalu, mereka imbang 1-1 pada lawatan terakhir yang terjadi pada 23 Juli 2018.

Meskipun demikian, Manajer Haruna Soemitro tetap optimistis. Selepas undian perempat final, dia menegaskan rekor buruk di Lamongan harusnya menjadi pelecut semangat bagi Madura United untuk bermain lebih baik dan lolos ke semifinal.

Comments
Loading...