Dua Fakta Mencengangkan di Balik Kekalahan Arsenal

Football5Star.com, Indonesia – Arsenal secara mengejutkan menelan kekalahan 1-2 saat menjamu Ostersunds FK pada leg II babak 32-besar Liga Europa, Jumat (23/2/2018) dinihari WIB. Untungnya, karena unggul 3-0 di kandang lawan pada leg I, The Gunners tetap melenggang ke 16-besar. Di balik kekalahan di Stadion Emirates itu ternyata ada dua fakta mencengangkan.

Fakta mencengangkan pertama, sebagai tuan rumah, sejatinya Arsenal tampil dengan seragam kebesarannya yang berwarna merah dengan bagian lengan berwarna putih dan celana putih. Namun, pada laga itu, The Gunners terpaksa harus menanggalkan seragam kebesarannya tersebut. Jack Wilshere dkk. harus mengenakan kostum lain, yakni biru-biru.

Arsenal saat menjamu RC Lens di fase grup Liga Champions 1998-99.
hayatimfutbol.com

Hal itu terjadi atas permintaan UEFA. Pasalnya, warna kostum utama Arsenal bentrok dengan dua kostum Ostersunds. Musim ini, klub asal Swedia itu memiliki kostum kandang berwarna merah-hitam dan kostum tandang serbaputih. Tak ayal, satu-satunya pilihan adalah Arsenal mengenakan kostum lain.

Ini adalah kali pertama dalam 20 tahun terakhir Arsenal tampil dengan kostum biru saat menjalani laga kandang. Kali terakhir hal itu terjadi pada 25 November 1998 di fase grup Liga Champions. Kala itu, mereka menjamu wakil Prancis, RC Lens. Menariknya, dalam laga yang digelar di Stadion Wembley tersebut, The Gunners juga kalah dengan selisih satu gol, yakni 0-1.

Adapun fakta mencengangkan kedua adalah terkait pelatih Ostersunds, Graham Potter. Dia menjadi pelatih Inggris pertama yang memenangi laga antarklub Eropa di London dalam empat tahun terakhir. Sebelum dia, pelatih Inggris yang menang di London adalah Tim Sherwood pada 27 Februari 2014. Kala itu, dia mengantar Tottenham Hotspur menang 3-1 atas Dnipro Dnipropetrovks.

Hal lain yang menarik, Potter juga merupakan pelatih Inggris pertama yang meraih kemenangan di Stadion Emirates di kancah antarklub Eropa. Fakta menarik nan mencengangkan ini tentu patut diingat terus oleh pelatih berumur42 tahun tersebut.

Comments
Loading...