Dua Pemain Baru Tuai Pujian, Egy Maulana Vikri Kian Terancam di Lechia Gdansk

Football5star.com, Indonesia – Dua pemain baru Lechia Gdansk, Conrado dan Kristers Tobers, langsung menuai pujian pada debutnya. Situasi itu membuat pemain muda Indonesia, Egy Maulana Vikri, kian terancam posisinya.

Conrado dan Kristers Tobers merupakan dua dari enam pemain baru yang didatangkan Lechia Gdansk pada Januari tahun ini. Dalam pertandingan lanjutan Ekstraklasa alias kasta teratas Liga Polandia, keduanya langsung melakoni debut sebagai starter.

Conrado dipasang sebagai winger kiri oleh Pelatih Lechia Gdansk, Piotr Stokowiec. Sementara, Kristers Tobers yang terbiasa menjadi bek tengah, dalam laga tersebut dimainkan sebagai gelandang bertahan.

Lechia Gdansk memang gagal meraih kemenangan pada pertandingan yang digelar di markas Slask Wroclaw, Stadion Miejski, itu. Dua gol Flavio Paixao, dibalas oleh Slask Wroclaw melalui Krzysztof Maczynski dan Michal Chrapek.

Pujian untuk Conrado dan Kristers Tobers
Conrado dan Kristers Tobers Tuai Pujian, Egy Maulana Vikri Kian Terancam di Lechia Gdansk 1 - @lechiagdanskSA
Twitter @LechiaGdanskSA

Meski begitu, pelatih Piotr Stokowiec tetap melambungkan pujian terhadap debut dua pemain barunya, Conrado dan Kristers Tobers, yang juga dimainkan penuh selama 90 menit.

“Mereka (Conrado dan Kristers Tobers) bekerja sanga baik sejak periode persiapan. Saya menyukai kepribadian mereka yang penuh semangat. Anda bisa melihat jelas apa yang ingin dicapai mereka di sepak bola,” ucap Piotr Stokowiec seperti dikutip Football5star.com dari Dziennik Baltycki.

Conrado didatangkan oleh Lechia Gdansk dari klub Brasil, Figueirense FC, dengan bebas transfer. Posisi asli pemain asal Brasil berusia 22 tahun itu adalah bek kiri. Namun dalam laga debutnya di Ekstraklasa, dia dipasang sebagai winger kiri.

Sementara, Kristers Tobers merupakan bek tengah asal Latvia berumur 19 tahun. Dia didaangkan dari klub asal Liga Latvia, Liepaja, dengan status pinjaman.

“Sangat jarang melihat pemain muda tapi sudah banyak pengalaman di pentas sepak bola senior. Dia (Kriters Tobers) sudah bermain tiga musim di liga dan beberapa pertandingan bersama tim nasional Latvia. Dia sangat menjanjikan,” puji Piotr Stokowiec terhadap Kriters Tobers.

Conrado dan Kristers Tobers Tuai Pujian, Egy Maulana Vikri Kian Terancam di Lechia Gdansk 2 - @lechiagdanskSA
Twitter @LechiaGdanskSA

Sebenarnya tak hanya dua pemain tersebut yang mendapatkan debut bersama Lechia Gdansk. Satu nama lain, Pawel Zuk, juga memperoleh kesempatan tampil pada menit ke-87 menggantikan Jaroslav Mihalik. Pawel Zuk merupakan pemain yang didatangkan Lechia Gdansk dari Everton pada awal musim.

“Debut singkat, tapi saya sangat grogi sebelum memasuki lapangan. Aku senang akhirnya pelatih memebrikan kesempatan. Aku akan tampil di posisi mana yang pelatih inginkan dan bermain sebaik mungkin untuk membantu tim,” ucap Pawel Zuk.

Egy Maulana Vikri Masih Setia di Bangku Cadangan

Dua pemain baru langsung menuai pujian, sedangkan satu nama lain mendapat kesempatan debut. Bagaimana dengan Egy Maulana Vikri? Ternyata, dalam pertandingan melawan Slask Wroclaw itu, Egy berada di daftar susunan pemain.

Akan tetapi, pelatih Piotr Stokowiec memilih tak menurunkan Egy. Padahal, dalam laga terebut Lechia Gdansk hanya melakukan satu pergantian pemain. Dua slot pergantian lagi tak dimanfaatkan Stokowiec meski ada Egy dan beberapa pemain lain di bench.

Bagi Egy Maulana Vikri, ini kali ketujuh dia berada di daftar susunan pemain dalam ajang Ekstraklasa. Total, dia pernah 9 kali berada di susunan daftar pemain, termasuk di Polish Cup dan kualifikasi Liga Europa.

Namun, baru dua kali dia dimainkan. Satu di Ekstraklasa, satu lagi di Superpuchar Polski alias Piala Super Polandia. Dua laga itu dilakoni pada awal musim. Setelahnya, Egy Maulana Vikri hanya menjadi penonton setiap rekan setimnya berlaga.

Conrado-dan-Kristers-Tobers-Tuai-Pujian-Egy-Maulana-Vikri-Kian-Terancam-di-Lechia-Gdansk-3-@lechiagdanskSA

Memasuki musim keduanya di Lechia Gdansk, ternyata Egy Maulana Vikri belum juga mendapat kepercayaan penuh dari pelatih Piotr Stokowiec. Apalagi dengan aktivitas keluar-masuk transfer di klub, masa depan Egy Maulana Vikri kian menjadi tanda tanya.

Pada akhirnya, Egy Maulana Vikri harus berjuang lebih keras dan melalui musim lebih banyak untuk bisa menembus starting XI Lechia Gdansk. Bahkan, mungkin saja pada akhirnya Egy memilih pulang ke tanah air demi mendapatkan jam terbang, seperti kebanyakan pemain Indonesia yang coba meniti karier di Eropa.