Dua Penyesalan Terbesar Galliani Selama Memimpin AC Milan

Football5str.com, Indonesia – Mantan CEO AC Milan, Adriano Galliani mengaku memiliki dua penyesalan terbesar selama memimpin klub berjuluk Rossoneri tersebut. Penyesalan pertama Galliani adalah tidak disahkannya gol dari Suley Muntari ke gawang Juventus pada pekan ke-25 Serie A 2011-12.

Menurut Galliani dengan tidak disahkannya gol Muntari tersebut, efek yang ditimbulkan begitu banyak. Tidak hanya soal Milan kehilangan gelar Scudetto tapi juga melepas dua pemain mereka, Thiago Silva dan Zlatan Ibrahimovic.

“Seharusnya gol itu disahkan dan kami akan memenangkan gelar musim itu” kata Galliani seperti dikutip Football5star.com dari Football Italia, Selasa (24/11/2020).

“Sejarah akan berubah. Kami menjual Ibrahimovic dan Thiago Silva di akhir musim itu, dua pemain hebat yang masih bermain di level tertinggi hingga kini,”

“Jika keadaan berubah, mereka mungkin masih menjadi pemain Milan dan kami bisa saja mendapatkan Carlos Tevez. Dengan dia mungkin kami akan memenangkan tiga gelar scudetto berturut-turut,” tambah pria berkepala plontos tersebut.

Selain gol Muntari, penyesalan kedua Galliani adalah kalahnya Milan oleh Liverpool di final Liga Champions 2005 di Istanbul, Turki.

“Itu adalah pertandingan yang luar biasa. Kami mendominasinya selain dari enam menit yang tidak berguna jika gol Sheva tidak dianulir karena memang dia tidak offside,”

“Istanbul adalah penyesalan terbesar kedua saya bahkan jika kami memenangkan gelar itu dua tahun kemudian. Liverpool pantas untuk memenangkan laga itu tetapi kami memiliki gol Pippo Inzaghi.”

AC MilanAdriano Galliani