Dua Sisi Mata Pisau Evan Dimas, Dikenal Tapi Sering Disalahkan

Football5Star.com – Evan Dimas mengaku posisinya bak dua sisi mata pisau yang boleh dibilang lebih terkenal dari angkatannya. Dia senang, tapi satu sisi beberapa kali kalau main buruk malah jadi kambing hitam.

Dalam pemain seangkatannya di Timnas U-19 Indonesia 2013 lalu, Evan memang jadi pemain yang lebih terkenal dibanding lainnya. Dia juga yang sampai saat ini selalu langganan dipanggil ke Timnas Indonesia.

Meski begitu, tentu Evan memiliki beban tersendiri. Dia tentu bangga bisa mempertahankan penampilannya hingga saat ini. Tapi, ada satu momen dia dikambinghitamkan kalau timnas main jelek.

“Saya bersyukur, bisa memberikan prestasi. Tapi di sisi lain pasti ada beban kalau semuanya tertuju kepada saya. Di Timnas bermain, kurang prestasi, seolah-olah saya kurang membantu. Ada beban. Tapi dinikmatin saja,” ungkap Evan Dimas dikutip dari Youtube Jebreeetmedia TV.

Alumni Juara Piala AFF U-19 2013 Akui Kelelahan Tur Nusantara Football5Star.com - Para alumni juara Piala AFF U-19 2013 lalu, mengakui agenda Tur Nusantara sangat melelahkan. Bahkan, hal itu menjadi salah satu biang keladi kegagalan mereka menembus Piala Dunia U-20 2015 lalu. Semenjak juara Piala AFF U-19 2013, Timnas U-19 era Evan Dimas memang langsung jadi primadona. Usai dari sana, PSSI mengadakan Tur Nusantara 2014 sebagai bagian dari uji coba. Tapi sayangnya, nyaris semua pertandingan disiarkan di televisi secara langsung. Alih-alih tampil impresif di turnamen sesungguhnya, Garuda Muda kala itu malah antiklimaks. Mereka tak bergigi di Piala Asia U-19 2014, jalan untuk memebus Piala Dunia U-20 2015. "Lelah waktu itu, sepekan bisa tiga kali main. Sedangkan kami tak tahu, ini untuk mengasah tim. Dulu kami masih polos. Kami tak mengerti sampai kami tak pernah berpikir mendapatkan fee segala macam," beber Hargianto saat diwawancara Valentino Simanjuntak dalam Jebreeetmedia TV. "Kami berpikir hanya persiapan tim. Setelah beberapa lama, kami sadar lelah. Ekspektasi masyarakat dan kami ingin lolos ke Piala Dunia U-20 2015. Saat kualifikasi, permainan kami sudah dibaca lawan," sambung dia. Hal senada jua disuarakan oleh alumnus juara Piala AFF U-19 2013, Evan Dimas. Pemain yang kini memperkuat Persija Jakarta itu menyebut Tur Nusantara yang lebih disebut arak-arakan itu sangat melelahkan. "Kalau saya jenuh, kami kan tur nusantara tiap minggu bermain sering. Secara tak langsung kalau bermain terus, kondisi kami menurun. Saat Piala Asia U-19 kami bermain kurang gairah," sahut Evan Dimas memungkasi.
Republika

Eks rekan setimnya, Muhammad Hargianto, jua sama sekali tak iri kalau angkatannya lebih terkenal Evan Dimas. Sebab, kalau bicara Timnas U-19 lulusan juara Piala AFF U-19 2013 pasti pemain Persija Jakarta itu yang disebut.

“Kami itu saling mendukung. Tidak perlu saling menjatuhkan. Kami itu sampai sekarang masih kompak. Nilai kontrak masing-masing,” papar Hargianto memungkasi.