Dulu untuk Jadi Pemain Persebaya Saja Susahnya Setengah Mati

Football5Star.com, Indonesia – Legenda sepak bola Indonesia, Bambang Nurdiansyah, bercerita kalau dahulu pemain lokal punya persaingan yang ketat. Untuk menjadi pemain di tim sebesar Persebaya Surabaya saja, kata dia, sangat sulit.

Semasa jadi pemain, Bambang Nurdiansyah memang merupakan striker yang sangat buas. Buktinya, dia sukses merebut empat kali gelar top skorer era Galatama. Tak cuma itu, dia jua berhasil menjadi juara di tiga tim berbeda, yakni Yanita Utama, Krama Yudha Tiga Berlian, dan Pelita Jaya.

Bambang bercerita kalau dahulu pemain Indonesia memang bagus-bagus karena sudah punya persaingan sejak muda. Dia mengaku matang karena ditempa sejak masih belia hingga mentalnya terbentuk secara alami.

Raja Top Skorer Galatama Ini Bicara Soal Striker Lokal yang Terkikis Asing Bambang Nurdiansyah

“Saya pikir dulu kami itu matang di Perserikatan. Saya mau jadi pemain Persema saja setengah mati berjuang bersaing untuk menjadi pemain Persema saja,” ungkap Bambang Nurdiansyah saat berbincang di YouTube Football5Star.

“Lalu di Persebaya untuk main di Persebaya itu gak gampang. Kita harus berkompetisi dulu internal, hampir 15 tim internal. Untuk jadi pemain Persebaya saja seleksinya ketat, setegah mati itu,” sambung dia.

Hal tersebut menurutnya terjadi karena proses alami. Pemain-pemain era Galatama atau Perserikatan, lanjut Bambang, harus bersaing dahulu di klub internal.

“Itu kalau jadi pemain Persebaya bangga sekali. Itu kan proses. Saat main di Galatama, matang sudah. Boro-boro jadi pemain nasional. Jadi pemain perserikatan saja susah sekali,” tutup Bambang Nurdiansyah.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More