Eks Asisten Sir Alex Ungkap Kesalahan Terbesar Man. United

Football5Star.com, Indonesia – Manchester United masih belum mampu mengembalikan kejayaan yang pernah direngkuh bersama Sir Alex Ferguson. Menurut eks asistennya, Rene Meulensteen, hal itu karena Red Devils kehilangan karakter permainan yang diterapkan Sir Alex.

Dalam pandangan Rene Meulensteen, kepergian seorang sosok yang telah berada di tim selama 26 tahun memang berpengaruh besar. Hal yang paling vital, kepergian Sir Alex Ferguson juga membuat karakter permainan Red Devils juga terbawa pergi.

“Saya baru saja dipromosikan menjadi pelatih tim utama ketika Sir Alex Ferguson memanggil ke kantornya. ‘Saya ingin berbincang tentang bagaimana saya ingin United menyerang. Saya ingin mereka menyerang dengan empat hal: kecepatan, kekuatan, penetrasi, dan tak dapat ditebak.’,” urai Rene Meulensteen seperti dikutip Football5Star.com dari The Coaches’ Voice.

Rene Meulensteen sempat enam tahun menjadi asisten Sir Alex Ferguson di Manchester United
standard.co.uk

Pria asal Belanda itu menambahkan, “Ketika Sir Alex pergi setelah 26 tahun bertugas, identitas itu pergi bersama dia. Keempat hal itu lenyap begitu saja. Semuanya jadi susah. Terlalu lambat, terlalu banyak sentuhan, tak ada lari.”

Terkait kesuksesan Sir Alex memimpin Manchester United selama seperempat abad, Rene Meulensteen punya penjelasan apik. Menurut dia, kunci keberhasilan itu terletak pada kemampuan membuat penyegaran pada waktu yang tepat.

“Ketika membangun tim, Anda akan melalui proses berbeda: proses pembangunan, lalu proses performa, dan kemudian memasuki masa penurunan. Agar mampu menghindari penurunan itu, Anda harus mampu melakukan penyegaran sehingga proses performa bisa berjalan selama mungkin,” urai pria yang kini menjadi asisten pelatih timnas Australia itu.

Rene Meulensteen menjadi asisten Sir Alex Ferguson di Manchester United sejak 2007. Dia bertahan pada posisinya itu hingga sang manajer legendaris memutuskan berhenti pada akhir musim 2012-13. Dia kemudian merapat ke Anzhi Makachkala, Fulham, Maccabi Haifa, dan Kerala Balster. Sejak 2018, dia sepakat membantu Graham Arnold, pelatih timnas Australia.

Comments
Loading...