Eks Gelandang Persija Kesal Latihan Penuh Tapi Dibayar 25 Persen

Football5Star.com – Eks gelandang Persija Jakarta, Asri Akbar, mengaku kesal latihan penuh tapi dibayar 25 persen di Persija Jepara. Dia sebenarnya tak masalah gaji dipangkas, asal jangan Maret ini.

PSSI sudah memutuskan kalau klub-klub boleh membayarkan gaji pemain maksimal 25 persen dari nilai kontrak dalam periode Maret-April-Mei karena penundaan kompetisi. Keputusan itu jua hasil dari duduk bersama PSSI, PT Liga Indonesia Baru, dan klub Liga 1 2020.

Akan tetapi, Asri menilai sepanjang Maret ini tim Persijap Jepara selalu mengagendakan latihan. Hal ini yang dirasanya berat kalau hanya dibayar 25 persen untuk Maret.

Eks Gelandang Persija Kesal Latihan Penuh Tapi Dibayar 25 Persen
Dok. Persijap

“Selama tidak ada latihan itu tak masalah, karena kami mengerti klub juga. Yang masalah di Maret, karena masih ada sesi latihan. Tentu tak sesuai jika hanya dikasih 25 persen. Bulan April, Mei dan Juni tentu tidak masalah karena itu sifatnya force majeure,” ungkap Asri Akbar.

Asri menyebut kalau kondisi ini akan membuatnya bertanya kepada manajemen Persijap. Apalagi, dia menyebut tim selalu berlatih, termasuk memainkan agenda uji coba.

“Kami hanya dikasih 25 persen pada Maret, padahal kami bertanding dan berlatih sebulan full Februari-Maret. Ini yang kami tuntut harus 100 persen. Kalau April, Mei dan Juni tentu itu kebijakan PSSI dan klub,” papar dia.

Sebelumnya, Asosiasi Pesepak bola Profesional Indonesia(APPI) jua melancarkan protes kepada PSSI. Hal itu karena sebagai pemain tak diajak bicara dalam menentukan keputusan tersebut.

“Kalau tidak dibayarkan, kami lapor ke APPI. Padahal kami sudah kerja sebulan full,” tutup eks gelandang Persija musim 2017-2018 itu.