Eks Pelatih Indonesia Sebut Naturalisasi di Timnas Filipina Pisau Bermata Dua

Football5Star.com – Kebijakan naturalisasi yang diterapkan di Timnas Filipina dalam beberapa tahun terakhir memunculkan dua sisi mata pisau. Betul, mereka jadi dapat berprestasi tapi bisa menghambat perkembangan usia muda.

Seperti diketahui, Timnas Filipina saat ini jadi salah satu timnas di ASEAN yang berperingkat tinggi, yakni 124. Indonesia saja saat ini cuma duduk di urutan 173. Semenjak banyak merekrut pemain naturalisasi, Filipina memang jadi salah satu tim yang diperhitungkan.

“Dari situ, perbedaan Filipina dan negara lain adalah mereka memiliki dua kewarganegaraan. Contohnya ketika Otavio Dutra mengganti paspornya, dia harus meninggalkan status sebagai pemain Brasil dan jadi orang Indonesia,” ungkap eks pelatihnya, Simon McMenemy dalam wawancara di Youtube BangBes.

Filipina memang menganut sistem dwi kewarganegaraan. Masyarakat di sana boleh memiliki dua paspor berbeda. Hal ini yang memudahkan mereka dalam merekrut banyak pemain bagus di Eropa.

Neil Etheridge Marah Besar Ketika Filipina Dihantam Indonesia pada 2010. Timnas Filipina

“Di Filipina, mereka memiliki dua kewarganegaraan. Mereka orang Filipina tapi juga bisa jadi orang British. Hal itu bisa berlaku dengan paspor lainnya yang mereka punya. Ini adalah keuntungan besar, karena pemain di Eropa akan berpikir, ‘Saya tak akan kehilangan apa-apa ketika dapat paspor fFilipina. Bahkan saya bisa main sepak bola internasional tapi saya tetap jadi orang Jerman.’ misalnya,” sambung dia.

Kendati demikian, hal ini seperti dua sisi mata pisau. Diakui oleh Simon McMenemy, Timnas Filipina memang sekarang kuat. Tapi tim di berbagai kelompok usia muda masih saja melempem.

“Namun, untuk sepak bola usia muda itu tak bagus. Naturalisasi butuh uang banyak untuk membawa ke sini. U-23 ke bawah tak terlalu kuat. U-19 masih kalah lawan siapa saja. Generasi baru muncul, tetapi mereka belum dianggap negara sepak bola,” pungkas Simon.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More