Eks Persikota Kini Jadi Tukang Urus Rumput Stadion di Prancis

Football5star.com, Indonesia – Nama pemain asal Kamerun, Emmanuel Bessong mungkin terdengar asing. Ia adalah salah satu legiun asing yang pernah bermain di Liga Indonesia bersama Persikota Tangerang pada 1997-98.

Sayang Bessong datang ke Indonesia di kondisi yang tak tepat. Seperti yang kita ketahui Ligina 1997-98 harus dihentikan akibat pecahnya gerakan Reformasi yang menggulingkan pemerintah Soeharto.

Pemberitaan mengenai kiprah Bessong di Liga Indonesia sendiri tak terlalu banyak. Ia hanya diketahui satu angkatan dengan pemain asing lainnya seperti Francis Yonga, Carlos de Mello, Stephen Weah, hingga Olinga Atangana.

Nama Bessong sendiri sekarang cukup familiar di Liga Prancis, setidaknya bagi suporter klub En Avant de Guingamp. Bessong bukan menjabat pelatih atau asissten pelatih di klub ini. Bessong adalah tukang rumput di markas Guingamp, Stade de Roudourou.

Dikutip Football5star.com dari eurosport, Rabu (12/8/2020) Bessong sendiri tak pernah menyangka bahwa jalan hidupnya membawa ia menjadi seorang tukang urus rumput stadion.

“Saya memulai pekerjaan ini 15 tahun lalu ketika saya sama sekali tidak ditakdirkan untuk melakukan ini,” ucap Bessong.

Jadi tukang kebun

Bessong mengakui setelah dari Indonesia, ia mencoba peruntungan di Liga Korea Selatan, Cina, hingga Turki. Pada 2000, ia berusaha ikut seleksi di tim Troyes namun gagal. Tiga tahun kemudian, klub amatir di Prancis, USPAC menawarinya posisi sebagai pemandu bakat.

Bessong menerima tawaran itu karena pihak klub berjanji akan membiayai sekolah kepelatihan. “Menjadi pelatih adalah tujuan saya setelah pensiun dari sepak bola.” ucapnya.

Sayang kemudian badai finansial menerpa klub tersebut. Sekolah kepelatihan Beesong belum rampung tapi klub tak mampu lagi untuk membiayainya.

“Presiden klub kemudian menawari saya untuk bekerja di sebuah perusahaan ruang hijau. Begitulah saya memulai pekerjaan sebagai tukang kebun” ungkap Beesong.

Tak berselah lama, perusahaan Beesong mendapatkan proyek untuk memelihara rumput Stade Jules-Deschaseaux, markas Le Havre. Beesong yang saat iu sudah cukup memiliki pengalaman mengurus dan merawat rumput stadion ditugaskan untuk mengurus proyek tersebut.

“Awalnya saya sangat menderita. Saya tidak menguasai apa-apa, saya sama sekali tidak tahu mengenai rumput stadion. Itu hal yang rumit,” ucapnya.

Nyatanya kerja Bessong sebagai tukang rumput stadion banyak mendapat apresiasi positif. Manajemen Guingamp sangat puas dengan kinerja dari Beesong. Bahkan pada Ligue 1 2017-18, Bessong mendapat predikat sebagai tukang rumput terbaik berkat kerja-kerjanya di markas Guingamp EA.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More