Eks PSMS Medan Ungkap Cerita Mengerikan Saat jadi Korban Perang

Football5star.com, Indonesia – Eks PSMS Medan, Nastja Ceh masih mengingat betul pengalaman mengerikan saat jadi korban perang Yugoslavia. Lahir di Ptuj, wilayah yang saat ini jadi bagian negara Slovenia, Ceh menyebut pada saat negaranya memutuskan berpisah dari Yugoslvia pada 1991, dirinya sudah berusia 14 tahun.

“Saya mengingatnya dengan sangat baik. Perang di sini berlangsung sembilan hari. Dari hari ke hari selama perang, alarm terus berbunyi di tiap sudut kota. Alarm itu tanda untuk kami berlindung dari serangan bom,” kata Ceh seperti dikutip Football5star.com dari media Slovenia, Kamis (28/5/2020).

Eks PSMS Medan Ungkap Cerita Mengerikan Saat jadi Korban Perang
kompas

“Kami harus berlindung di dalam bunker. Dalam beberapa hari, kadang alarm tidak berbunyi dan kami bisa keluar. Untungnya saya tinggal jauh dari perbatasan, tempat yang memiliki konflik lebih besar,” tambahnya.

Tinggal dan besar di wilayah Ptuj, menurut Ceh, ia dan keluarganya saat itu masih relatif cukup aman dari serbuan tentara Serbia yang tidak menghendaki Slovenia berdiri sebagai negara merdeka.

“Kota kami dekat dengan perbatasan Italia dan Austria. Itu menguntungkan karena tentara Serbia tidak berani mendekati kami.” ucap Ceh.

“Pada akhirnya saya mengerti bahwa konflik yang terjadi disebabkan orang-orang bodoh yang tidak mengerti akibat dari tindakan mereka. Tapi saya tidak mau lebih jauh terlibat dalam debat politik,”

Pemain yang berposisi sebagai gelandang ini pada 2012-13 bergabung ke PSMS Medan. Ia direkrut dari klub Israel, Maccabi Petah Tikva. Bermain satu musim bersama tim Ayam Kinantan, Ceh mencetak 3 gol dari 14 pertandingan.

Musim 2013-14, Ceh memutuskan untuk hengkang dari PSMS dan bergabung ke klub Vietnam, Thanh Hoá. Eks PSMS Medan yang pernah bermain di Piala Dunia 2002 itu, pada 2017 lalu ditunjuk menjadi presiden klub divisi 2 Liga Slovenia, NS Drava Ptuj, klub masa kecilnya.

“Saya pensiun dari sepakbola karena baru saja naik menjabat sebagai presiden klub, NS Drava Ptuj. Mereka (Drava) pikir saya sudah tidak bermain,” ujar Ceh saat itu.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More