Eks Kapten PSV Ungkap Kisah Mencekam Lawatan ke Indonesia

Football5Star.com, Indonesia – Pada awal 1996, PSV Eindhoven melawat ke Indonesia. Lawatan itu sebagai bagian dari libur musim dingin. Selain mengunjungi Surabaya, tim asuhan Dick Advocaat itu juga menyambangi Manado. Menurut Arthur Numan, ada pengalaman mencekam yang dilakoni De Boeren.

Pengalaman itu diawali saat terbang dari Surabaya ke Manado. Tim PSV Eindhoven dihantui kecemasan luar biasa karena badai yang menghantam. Mereka ketakutan pesawat tak dapat mendarat atau bahkan terempas ke gunung.

PSV Eindhoven saat melawan Persma Manado di Stadion Klabat.
manado.tribunnews.com

“Saya masih bisa membayangkan kami berada di pesawat kecil itu. Kami hampir mendapat ketika tiba-tiba disuruh mengencangkan sabuk pengaman. Pesawat bergerak tak tentu arah dan kami sangat terkejut,” urai Arthur Numan yang saat itu menjabat kapten PSV Eindhoven seperti dikutip Football5Star.com dari laman resmi klub itu.

Numan menambahkan, “Landasan berada di antara dua gungung dan cuaca benar-benar buruk. Karena badai petir, hujan, dan angin kencang, kami betul-betul sangat ketakutan. Jantung saya serasa ada di kerongkongan. Di dalam pesawat, semuanya sunyi.”

Pengalaman itu diakui sangat mencekam oleh pria yang kini berumur 50 tahun tersebut. “Kami benar-benar tak dapat mendarat. Jadi, saya pikir kami akan kembali ke titik awal. Gila.., ketiak saya sampai berkeringat. Sungguh tak normal,” kata dia lagi.

Takut Disuguhi Daging Kelelawar

Bukan hanya itu, ketika tiba di Manado, skuat PSV Eindhoven juga mendapatkan pengalaman lain yang tak kalah “horor”. Itu terkait hotel dan makanan yang tersedia di sana.

“Hotelnya sungguh kotor. Para pemain pun tak berani makan daging di sana karena tak tahu apa yang disuguhkan. Kami curiga mereka menyuguhi kami kelelawar,” kata Mart van Den Heuvel, manajer PSV kala itu.

PSV Eindhoven menang 6-2 saat menghadapi Persebaya Surabaya dalam lawatan ke Indonesia pada awal 1996.
emosijiwaku.com

Arthur Numan merasakan hal yang sama. “Saya memang agak enggan terkait kebiasaan makan di luar negeri. Jika merasa ragu, saya selalu tinggalkan piring begitu saja di meja,” ujar dia.

Mengenai hotel yang ditempati PSV Eindhoven, Arthur Numan mengungkapkan, “Kami tinggal di hotel yang berada di pegunungan. Tentu saja ada kecoa dan berbagai serangga. Untungnya, tak ada yang menggigit saya.”

Terlepas dari pengalaman mencekam itu, PSV Eindhoven menuai hasil bagus. Dalam dua laga yang digelar di Indonesia, Arthur Numan cs. selalu menang telak. Mereka menaklukkan Persebaya Surabaya 6-2 dan menggasak Persma Manado 6-0.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More