Eks Striker Timnas Mesir Pasang Badan Untuk Messi Soal Polemik Sumbangan Sepatu

Mantan penyerang timnas Mesir, Mido, membuat pembelaan untuk Lionel Messi yang diklaim telah menghina masyarakat Mesir karena menyumbang sepatu untuk dilelang usai melakukan wawancara khusus dengan stasiun televisi MBC.

Keputusan Messi menyumbang sepasang sepatu untuk dilelang justru menimbulkan kontroversi. Anggota parlemen Mesir, Said Hasasin, menganggap tindakan Messi untuk menyumbang sepatu telah menghina masyarakat Mesir.

Perlu diketahui, sepatu dianggap sesuatu yang tidak bersih di Mesir dan memukul dengan sepatu merupakan penghinaan.

“Mesir tidak pernah dihina sepanjang 7.000 tahun. Saya akan memukul kamu dengan sepatu saya, Messi. Ini sepatu saya, saya akan menyumbangkannya ke Argentina,” ujar Hasasin seperti dilansir Marca.

Mido menganggap Hasasin tidak mengerti dunia sepak bola. Mido mengatakan Messi seharusnya mendapat pujian karena mau memberikan salah satu barang berharganya, yakni sepatu.

“Hal paling berharga bagi penulis adalah pulpen, dan hal paling berharga bagi pesepak bola adalah sepatu yang dikenakannya. Saya berharap kita berhenti melakukan tuduhan yang salah,” ujar Mido, dilansir Ahram Online.

Jurnalis yang mewawancarai Messi, Mona El-Sharkawy, juga menganggap Messi tidak bersalah. Mona mengatakan sejak awal pihak MBC memang meminta Messi memberikan barang usai wawancara untuk dilelang.

Mona juga menyebutkan hasil lelang sepatu Messi bukan untuk kegiatan sosial di Mesir.

“Sudah menjadi tren di acara kami sang tamu memberikan barang berharga untuk dilelang dan diamalkan. Saya tidak bilang ini untuk amal di Mesir atau tempat lainnya. Kami tidak pernah bilang untuk Mesir,” ucap Mona.

Salah satu pihak yang merasa dihina Messi adalah Asosiasi Sepak Bola Mesir, EFA. Juru bicara EFA, Azmy Megahed, mengatakan masyarakat Mesir tidak butuh sepatu Messi.

“Masyarakat miskin kami tidak butuh Messi. Saya bingung, jika dia ingin mempermalukan kami, maka lebih baik dia menaruh sepatu di atas kepalanya atau di kepala orang yang mendukungnya,” ujar Megahed.