KOLOM: Empat Bulan, Lopetegui Dipecat Dua Kali

Football5star.com, Indonesia – Nasib sial harus dialami oleh Julen Lopetegui. Pada Senin, 29 Oktober ia resmi diberhentikan dari jabatan sebagai pelatih Real Madrid. Pemecatan ini datang setelah empat bulan sebelumnya ia dipecat oleh federasi sepak bola Spanyol, RFEF. Artinya, dalam waktu empat bulan, Lopetegui dipecat dua kali.

Pada 13 Juni 2018, Lopetegui menerima tawaran Real Madrid untuk menjadi pelatih El Real setelah menukangi La Furia Roja di Piala Dunia 2018. Merasa dilangkahi, REFF yang dipimpin oleh Luis Rubiales memutuskan untuk memecat Lopetegui.

Dipecatnya Lopetegui terjadi dua haru menjelang Piala Dunia 2018 dimulai dan tiga minggu setelah RFEF memperpanjang kontraknya hingga 2020. Meskipun tak merasa dikhianati oleh Lopetegui, Rubiales menyebut kejadian ini sebagai tindakan yang tidak benar dan keputusan untuk memecat Lopetegui adalah satu-satunya jalan.

“Dia (Lopetegui) adalah seorang profesional. Tetapi ini tidak benar dan kami tak melihat ada cara lain,” ungkapnya dikutip Football5star dari Marca.

Lopetegui pun melenggang mulus sebagai pelatih Real Madrid tanpa hambatan. Sementara Timnas Spanyol harus bersusah payah untuk bisa sekadar lolos dari fase grup.

La Furia Roja menunjuk Fernando Hierro sebagai entrenador anyar. Dengan sisa-sisa tenaga, Hierro membawa Spanyol lolos ke babak 16 besar sebelum dihantam tuan rumah, Rusia lewat drama adu penalti.

Empat bulan berselang, Lopetegui kembali dipecat. Kali ini oleh Florentino Perez, orang yang membawanya ke Real Madrid. Orang yang mengubur impian masyarakat Spanyol untuk bisa menjadi juara dunia lagi.

Diakui atau tidak, ada andil Real Madrid dan Perez dalam bobroknya Timnas Spanyol. Jika mereka tak buru-buru meresmikan Lopetegui, mungkin RFEF tak memecat pelatih dua hari menjelang sepak mula Piala Dunia 2018.

Perez pula secara tak langsung membunuh Real Madrid. Ia yang membuat Cristiano Ronaldo pergi dan merekrut Lopetegui yang terbukti bukanlah pelatih yang tepat untuk Los Blancos.

Sergio Ramos akan menyamai rekor Iker Casillas di Piala Dunia dalam laga Spanyol vs Rusia. (football5star.com / independent.co.uk)
independent.co.uk

Marc Crosas, mantan pemain Barcelona junior mengutuk tindakan Perez. Baginya, keputusan Perez tersebut menghancurkan dua mimpi besar. “Apakah Florentino memiliki hati nurani yang bersih? Dalam 4 bulan dia berhasil menghancurkan tim nasional Spanyol dan tim terbaik Real Madrid yang pernah kami lihat dalam sejarah,” ungkapnya dikutip Football5star dari Marca.

Nasi sudah menjadi bubur. Apa yang kamu tabur, itulah yang akan kau tuai. Lopetegui dan Perez yang memulai drama, mereka pula yang kecipratan getahnya. Selamat menikmati waktu kesendirian, Julen!

Comments
Loading...