Hoeness Tak Suka Tulis SMS

Banner Footbal Live Star-Football5star

Football5Star.com, Indonesia – Presiden Bayern Munich, Uli Hoeness, punya pandangan menarik terkait perkembangan teknologi komunikasi saat ini. Menurut dia, teknologi yang ada saat ini telah membuat dunia lebih buruk. Dia bahkan tak suka menulis SMS.

“Saya tak pernah online. Sepanjang hidup, saya tak pernah mengirim SMS!” kata Hoeness, Kamis (2/8/2018), seperti dikutip Football5Star.com dari Bild. “Saya hanya menggunakan telepon seluler. Saya menghafal nomor-nomor telepon yang dibutuhkan.”

Uli Hoeness di ruang kerjanya pada 2013. Tak ada komputer di sana.
tz.de

Terdengar agak berlebihan dan tak meyakinkan bila legenda hidup Bayern itu benar-benar tak pernah menulis SMS. Namun, satu hal yang pasti, dia memang tak segan menghapus semua SMS yang masuk ke telepon selulernya ketika ruang penyimpanannya sudah penuh. Hal itu pernah diungkapkan kepada 11Freunde pada 2012.

“Saya pikir sangat bagus sekolah-sekolah di Prancis melarang telepon seluler. Menulis di telepon itu omong kosong. Andai orang-orang berbicara satu sama lain secara langsung, dunia akan jauh lebih baik!” tambah pria berumur 66 tahun itu.

Bukan hanya bisa berkirim surat elektronik, orang-orang pada zaman sekarang juga bisa berinteraksi melalui media sosial. Tak jarang, muncul perdebatan yang berujung permusuhan dari unggahan di media sosial tersebut. Sudah barang tentu, karena tak pernah online, Hoeness tak pernah bersentuhan dengan hal-hal seperti itu.

Perkembangan teknologi juga diakuinya membuat kehidupan lebih sulit. Terutama untuk para pemain dan tokoh-tokoh sepak bola.

“Dulu, ketika segenap tim datang ke Oktoberfest, tak ada yang tertarik sama sekali. Beda halnya dengan sekarang. Saat pergi dari satu tenda ke tenda lain, saya harus melakukan 500 kali selfie. Jika saya tolak, mereka akan berkata, ‘Sungguh pria sialan yang sombong!'” kata Hoeness.


Tahukah Anda?

Uli Hoeness sebenarnya hampir saja menjadi penggawa TSV 1860 Munich. Dia membatalkan niat menandatangani kontrak dengan klub itu setelah diminta Udo Lattek yang pada 1970 diangkat sebagai pelatih Bayern Munich.

Comments
Loading...