Era Millenium Tak Pernah Berpihak kepada Tim Italia di Liga Europa

Football5star.com, Indonesia – Inter Milan akan menghadapi Sevilla di final Liga Europa musim ini, Sabtu (21/8/2020) di Stadion RheinEnergie. Ini jadi kali pertama tim Italia tembus final di era 2000-an alias milenium.

Kejayaan tim Italia di kompetisi ‘kasta kedua’ Eropa ini tentu terjadi di era 80 akhir dan awal 90-an. Napoli menjadi pembuka wakil Italia berjaya di kompetisi yang dahulu bernama Piala UEFA tersebut. Di musim 1988-89, Napoli menjadi juara setelah kalahkan VFB Stuttgart dengan agregat 5-4.

Yang menarik pada musim itu, Napoli jadi satu-satunya wakil Italia di babak empat besar. Tiga tim lainnya berasal dari Bundesliga yakni Dynamo Dresden, Bayern Munich, dan VFB Stuttgart. Pada musim selanjutnya tercipta All Italian Final.

Sevilla Diramal Hamster Lucu Ini Pecundangi Inter

Juventus jumpa Fiorentina di partai final yang masih menggunakan sistem tandang kandang tersebut. Juventus menjadi juara setelah menang agregat 3-1. Musim 1990-91, kembali tercipta All Italian Final.

Saat itu finalis tahun ini, Inter Milan jumpa dengan AS Roma di partai puncak. Bermaterikan pemain seperti Lothar Matthäus hingga Jürgen Klinsmann, Inter sukses meraih gelar pertama di Liga Europa pada musim tersebut. Inter menang agregat 2-1 dari Roma.

Musim selanjutnya, wakil Italia kembali tampil di partai puncak. Kali ini giliran Torino. Diperkuat nama-nama seperti Christian Vieri, Luca Marchegiani hingga Enzo Scifo, Torino melaju ke partai puncak setelah kalahkan Real Madrid di babak semifinal. Sayang mereka kalah oleh Ajax. Menariknya, kedua tim sama-sama bermain imbang di leg pertama dan kedua namun Torino kalah agregat gol.

Dominasi Italia masih terus bertahan di 1992-93 dengan Juventus keluar sebagai pemenang, diteruskan Inter pada musim selanjutnya, Parma di musim 1994-95, dan kembali Inter di musim 1997-98 dengan kalahkan wakil Italia lainnya, Lazio 3-0 di Parc des Princes, Paris.

Parma jadi tim terakhir dari Italia yang bisa ke final dan juara Liga Europa tepatnya di musim 1998-99 setelah itu memasuki era milenium, wakil Italia selalu tumbang dan sulit menembus partai puncak.

Era Millenium Milik Tim Spayol

Setelah Parma, wakil Italia kesulitan untuk berkiprah di Liga Europa. Di musim 1999-2000 misalnya di babak perempat final tidak ada satu pun tim berasal dari Italia. Hal sama juga terulang di musim 2000-2001.

AC Milan sempat melaju ke babak empat besar di musim 2001-02 namun langkah mereka dijegal oleh Borussia Dortmund. Hal sama juga dialami oleh Lazio di musim berikutnya bisa melaju ke babak semifinal namun kalah dari Porto yang kemudian keluar sebagai juara di musim 2002-2003.

Di era ini juga wakil Spanyol mulai mendominasi babak semifinal. Di musim 2003-2004, All Spanish Final tercipta dengan mempertemukan Valencia vs Villarreal. El Che menjadi juara setelah menang 1-0.

All Spanish Final kembali tercipta di musim 2006-2007 saat Sevilla jumpa Espanyol. Sevilla berhasil menjadi juara untuk kali kedua di musim itu. 2011-12 saat kompetisi ini sudah gunakan nama Liga Europa, All Spanish Final kembali terjadi yang mempertemukan Atletico Madrid vs Atheletic Bilbao. Madrid keluar sebagai juara di musim itu.

Dari musim 2013-14 hingga 2015-16 praktis jadi miliki wakil Spanyol, Sevilla. Sempat dihentikan oleh Manchester United, tim Spanyol kembali angkat piala Liga Europa saat Atletico Madrid meraih gelar di musim 2017-18.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More