Eric Dier Bisa Jadi Kartu As Timnas Inggris di Piala Eropa

Gelandang Tottenham Hotspur, Eric Dier, bisa menjadi kartu As Timnas Inggris di Piala Eropa 2016. Pasalnya, Dier punya kemampuan serbabisa, yakni dapat bermain sebagai gelandang atau bek tengah.

Saat Manajer Roy Hodgson mengumumkan skuat sementara Timnas Inggris, memang cukup mengejutkan karena hanya tiga bek tengah yang dibawa. Ketiganya adalah Gary Cahill (Chelsea), Chris Smalling (Manchester United), dan John Stones (Everton).

Sementara, empat bek sayap yang dibawa tak punya kemampuan untuk bermain di posisi bek tengah. Sebut saja Kyle Walker dan Danny Rose (Tottenham), Nathaniel Clyne (Liverpool), serta Ryan Bertrand (Southampton).

Pertanyaan lantas muncul, bagaimana jika satu hingga dua bek tengah yang dibawa mengalami cedera atau terkena skorsing? Tentu Inggris diyakini akan krisis di pertahanan. Apalagi, umumnya setiap negara membawa minimal empat bek tengah dalam sebuah turnamen akbar.

Meski begitu, Hodgson tak lantas cemas. Di dalam skuatnya, sudah ada alternatif untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk dengan stok bek tengahnya. Dier, yang sepanjang musim ini bermain sebagai gelandang bertahan di Tottenham, posisi aslinya adalah bek tengah, dan akan dijadikan opsi darurat oleh Hodgson.

“Dier bisa, jika diperlukan, mundur dan bermain di sana (bek tengah). Itu posisi dia semula. Ambil contoh di Piala Dunia terakhir, ketika Jerman memasang dua bek tengah yang bermain setiap pertandingan. Kami memiliki setidaknya tiga, dan berpotensi empat,” bilang Hodgson kepada media di Inggris, seperti dikutip Marca.

Dengan pensiunnya John Terry, dan tidak ada lagi figur seperti Rio Ferdinand atau Sol Campbell, Hodgson kekurangan opsi pemain berahan berkualitas yang bisa ditempatkan di sisi kiri bek tengah. Namun, Hodgson tak memandangnya sebagai krisis.

“Saya tidak akan menyebutnya krisis. Saya tidak setuju dengan anggapan bahwa kami tidak punya sumber daya sesuai kebutuhan. Saya percaya Cahill, Smalling, dan Stones, adalah bek tengah yang bagus,” tutur pria berusia 68 tahun tersebut.

“Mengapa kita tidak memproduksi lebih banyak bek tengah berkualitas adalah pertanyaan yang bagus. Inilah yang kami bersama FA harus pikirkan. Kami harus benar-benar mulai menargetkan daerah-daerah tertentu, sisi kiri bek tengah khususnya,” pungkas dia.