Erling Haaland Hadapi Tantangan Besar di Borussia Dortmund

Football5Star.com, Indonesia – Erling Haaland sudah memutuskan bergabung dengan Borussia Dortmund hingga 2024. Putusan tersebut terlihat sebagai pilihan aman mengingat Die Schwarzgelben hanya punya Paco Alcacer sebagai penyerang murni.

Dari segi persaingan, secara otomatis Erling Haaland harus head to head dengan Paco Alcacer. Meskipun musim ini tak terlalu “bunyi”, striker asal Spanyol tersebut tetap tak dapat dianggap remeh. Setidaknya, dia punya dua keistimewaan. Pertama, piawai mengeksekusi tendangan bebas. Kedua, sering menjadi supersub.

Steinar Pedersen hanya bertahan 6 bulan di Borussia Dortmund.
gettyimages.com

Persaingan dengan Paco Alcacer itu jelas jadi tantangan utama Erling Haaland. Namun, selain itu, masih ada tantangan yang tak kalah berat. Itu adalah menghapus jejak buruk pemain asal Norwegia di Borussia Dortmund.

Erling Haaland adalah pemain keempat dari Norwegia yang memperkuat Borussia Dortmund. Tiga nama sebelumnya adalan Steinar Pedersen, Jan Derek Soerensen, dan Andre Bergdolmo. Dari ketiga pemain itu, tak satu pun yang mengemuka bersama Die Schwarzgelben.

Dari ketiga pemain itu, Soerensen dan Bergdolmo hanya bertahan dua musim dengan mencatat jumlah penampilan kurang dari 40 kali. Sementara itu, Pedersen bahkan hanya setengah musim berada di Westfallenstadion dengan enam kali tampil yang lima di antaranya sebagai pemain pengganti.

Pelajaran dari Soerensen

Berdasarkan posisinya, Erling Haaland harus menghapus jejak buruk Soerensen yang bergabung pada 1 Januari 2001. Kala itu, dia direkrut karena penampilannya bersama Rosenborg dalam dua laga melawan Borussia Dortmund di Liga Champions mampu memikat hati Matthias Sammer.

Akan tetapi, pemain yang diikat hingga 2004 itu tak bersinar. Torehan 27 gol dalam 97 penampilan bersama Rosenborg seolah menguap tak bersisa. Dalam 34 penampilan bersama Borussia Dortmund, dia hanya mampu membuat satu gol.

Pengalaman Jan Derek Soerensen di Borussia Dortmund harus jadi pelajaran bagi Erling Haaland.
aftenbladet.no

Hal tersebut membuat Matthias Sammer menyerah. Bahkan, sejak awal musim 2002-03, Soerensen tak pernah masuk skuat Die Schwarzgelben. Pada akhirnya, sang pemain dilepas ke Lyn Oslo pada 1 Januari 2003.

Soerensen mengungkapkan alasan dirinya tak cemerlang di Borussia Dortmund. “Dibandingkan dengan Norwegia, segalanya serbaberbeda di Jerman,” kata dia pada Februari 2003 seperti dikutip Football5Star.com dari Verdens Gang. “Selain itu, aku pun tak mendapatkan latihan memadai yang sesuai dengan keunggulanku.”

Pengalaman tiga pemain Norwegia, terutama Soerensen, itu tentu harus jadi perhatian Erling Haaland. Meskipun datang dengan reputasi lebih besar sebagai salah satu wonderkid paling hebat, dia tetap tak bisa jemawa saat menginjakkan kaki di Signal Iduna Park.

Comments are closed.