Espanyol Lagi-Lagi Degradasi Gara-Gara Quique Setien

Football5Star.com, Indonesia – Hampa dan luar biasa terpukul. Begitulah para pemain Espanyol setelah wasit Jose Munuera menyudahi laga El Derbi Barcelones lawan Barcelona, Kamis (9/7/2020) dini hari WIB. Satu per satu, mereka terkulai dan rebah di atas lapangan.

Kehampaan itu bukan tanpa sebab. Dua pil pahit sekaligus ditelan Espanyol pada laga itu. Bukan hanya kalah 0-1 dari Barcelona yang jadi kekalahan keenam secara beruntun, mereka juga dipastikan terdegradasi ke Divisi Segunda.

Espanyol yang berada di posisi juru kunci dipastikan tak dapat lepas dari posisi tiga terbawah. Itu karena Los Periquitos dengan koleksi 24 poin terpaut 11 poin dari Eibar yang berada di posisi aman, peringkat ke-17. Perbedaan poin dapat melebar karena Eibar belum menjalani laga pekan ke-34.

Selepas pertandingan, Javi Lopez, kapten Los Periquitos, tak kuasa menahan kesedihan. Dia meminta maaf kepada para fan karena gagal menghindarkan klubnya dari degradasi.

“Kami meminta maaf kepada para fan atas apa yang telah dialami. Ini adalah waktu yang sulit bagi semuanya, segalanya tak berjalan baik bagi kami,” urai Javi Lopez selepas pertandingan seperti dikutip Football5Star.com dari Marca.

Pada saat bersamaan, kapten Espanyol itu juga berterima kasih. “Kami berterima kasih kepada mereka, Meskipun kami tak bermain baik, mereka selalu ada. Mereka selalu berkomitmen untuk memberi kami kekuatan,” ucap dia.

Selanjutnya, Lopez mengucapkan sebuah janji. “Kami akan kembali (promosi ke Divisi Primera), terutama sekali karena kebanggaan terhadap lambang (Espanyol) ini!” kata dia dengan mantap.

Selalu Ada Andil Quique Setien

Dalam sejarah, ini merupakan kali kelima Espanyol terdegradasi ke Divisi Segunda. Kali terakhir mereka mengalami hal serupa pada musim 1992-93. Kala itu, mereka harus turun divisi karena karena kalah dalam play-off promosi/degradasi.

Finis di posisi ke-18 Divisi Primera, anak-anak asuh Jose Manuel Diaz Novoa harus berhadapan dengan Racing Santander yang finis di peringkat ke-3 Divisi Segunda. Mereka kalah 0-1 pada leg I di kandang sendiri dan imbang 0-0 pada leg II di kandang lawan.

Ada satu fakta menarik terkait dua momen degradasi terakhir yang dialami Espanyol. Kepastian Los Periquitos terdegradasi selalu melibatkan sosok Quique Setien. Pada 1992-93, Setien adalah kapten Santander yang mengalahkan mereka pada play-off. Kini, 27 tahun kemudian, dia melakukan hal serupa sebagai pelatih Barcelona.

Terlepas dari kepahitan yang dirasakan, ada satu hiburan yang diterima Espanyol. Terdegradasi, mereka akan mendapatkan bantuan 30 juta euro dari LaLiga karena sejarah mereka selama ini. Itu memecahkan rekor 20,1 juta euro yang diterima Malaga pada musim lalu.

Selama 25 tahun terakhir, LaLiga memang mengalokasikan dana bantuan kepada tim-tim yang terdegradasi dari Divisi Primera. Hal ini akan jadi modal tersendiri bagi Espanyol saat mengarungi Divisi Segunda musim depan.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More