Evan Dimas: Berawal dari Bek dan Kini Jadi Regista di Persija

Football5star.com, Indonesia – Persija Jakarta sukses mendapakan jenderal lapangan tengah timnas Indonesia Evan Dimas. Pemain bernama lengkap Evan Dimas Darmono tersebut dikontrak selama satu tahun dengan opsi perpanjangan kontrak di akhir musim.

Gelandang kelahiran Surabaya 24 tahun silam itu memulai kariernya di akademi Persebaya Junior pada 2010. Dua tahun setelahnya ia memperkuat tim utama Bajul Ijo hingga 2016. Sempat berkarier di Selangor FA, Evan Dimas miliki andil besar saat antarkan Bhayangkara FC juara Liga 1 2017.

Evan Dimas - Indonesia vs Malaysia - Football5star
Football5star

Jauh sebelum ia membela tim Persebaya Junior pada 2010, Evan Dimas mengaku bahwa ia sempat menjadi seorang full back kiri saat menimba ilmu sepak bola di sekolah sepak bola (SSB) Sasana Bhakti. Ketika itu, Evan masih duduk di bangku kelas 4 sekolah dasar.

“Saya dulu sebenarnya pemain bek kiri ketika pertama kali ikut SSB. Tapi saya merasa kurang enjoy,” kata Evan seperti dikutip Football5star.com dari republika, Sabtu (11/1/2020).

SSB Sasana Bhakti sendiri berlokasi di Kecamatan Pabean Cantian, kota Surabaya. Lokasinya cukup jauh dengan tempat tinggal Evan yang beralamat di Dusun Ngemplak, Kelurahan Made, Surabaya.

Cukup lama menimba ilmu di SSB Sasana Bakti, Evan lalu pindah ke SSB Mitra Surabaya saat ia duduk di bangku sekolah menengah pertama.

“Ketika gabung di Mitra Surabaya saya ditempatkan sebagai gelandang. Saya berterima kasih kepada pelatih di Mitra Surabaya yang mengetahui kemampuan saya sebagai gelandang,” kata anak dari Condro Darmono dan Ana tersebut.

persija.id

Sutradara lapangan tengah

Evan Dimas sendiri mengakui semenjak pindah menjadi seorang gelandang, ia makin berkembang dan sangat mencintai bermain sepak bola. Gaya main pemain berusia 24 tahun ini memang patut diancungi jempol.

Tidak berlebihan jika menyebut bahwa Evan Dimas adalah seorang regista atau pengatur lapangan tengah di tim yang dibelanya. Ia memiliki kemampuan taktik tepat saat berada di transisi permainan. Posisinya selalu tepat dan selalu mengalirkan bola.

Tak heran jika kemudian pelatih Vietnam Park Hang-seo sampai harus memberikan instruksi khusus kepada Doan Van Hau untuk menghentikan Evan Dimas. Doan Van Hau berhasil menjalankan tugasnya dan membuat permainan Indonesia hancur lebur ketika Evan Dimas di tarik keluar di babak final SEA Games 2019.

Kesedihan Evan Dimas tak dapat memperkuat timnas U-23 Indonesia hingga akhir pertandingan pada final SEA Games 2019.
zing.vn

Tidak hanya pelatih Vietnam Park Hang-seo yang begitu menakuti gaya bermain eks pemain Selangor FA ini. Saat Indoensia ditekuk oleh Thailand di babak Kualifikasi Piala Dunia 2022, Evan dipuji oleh sejumlh akun sepak bola Thailand.

Ia dianggap sebagai seorang depp lying playmaker. Visi bermainnya sangat bagus dan memiliki umpan panjang yang tepat sasaran. “Dua deep-lying playmaker. Tentu saja, mereka akan bertukar baju! Penggemar dari gaya bermain Dimas: visi yang bagus dan operan panjang,” tulis akun @tactictimes.

Sementara itu, eks pelatih timnas Indonesia Rahmad Darmawan juga menyebut Evan bukan pemain yang hanya andalkan insting namun juga perencanaan yang matang.

“Setiap langkah dan gerakannya memiliki maksud. Evan bukan pemain yang mengandalkan insting, tapi perencana ulung. Mayoritas passing dan crossing yang dilakukannya merupakan bagian skenario yang ia ciptakan,” tutur Rahmad seperti dikutip dari bolacom

Comments are closed.