Fakhri Husaini: Keringat Kami Sama Harumnya dengan Aroma Ibu Pertiwi

Football5Star.com, Indonesia – Mantan pelatih Timnas U-19 Indonesia, Fakhri Husaini, kembali seakan menyindir kabar program naturalisasi. Dia seakan membuktikan kalau dengan keringat pemain sendiri, Indonesia bisa berprestasi.

Belakangan memang tiba-tiba ada lima pemain belia asal Brasil datang ke Indonesia. Mereka ialah Maike Henrique, Thiago Apolina Pereira, Pedro Henrique Bartoli Jardim, Hugo Guilherme Correa Grillo, dan Roberth Junior Rodrigues Santos.

Maike Henrique dan Thiago Apolina berlatih bersama Persija Jakarta. Pedro Henrique dan Hugo Guilherme resmi diperkenalkan oleh PSSI. Lalu yang terakhir Madura United turut mengumumkan kedatangan Roberth Junior.

Kabar ini sebenarnya sudah dibantah oleh Direktur Teknik PSSI, Indra Sjafri. Tapi memang bola terus bergulir. Fakhri Husaini yang jua sebelumnya dengan keras melancarkan kritik ke PSSI, kali ini kembali buka suara.

Fakhri Husaini Timnas U-16 Indonesia AFC U-16 2018 Football5star PSSIfai

Fakhri Husaini jelas kesal karena seakan-akan pemain Indonesia tak bisa berprestasi. Padahal bersamanya, Timnas U-16 Indonesia bisa juara Piala AFF, hingga membawa Timnas U-19 lolos ke Piala Asia U-19 2020 di Uzbekistan.

Baru-baru ini, Fakhri kembali seakan menyindir program naturalisasi PSSI. Melalui Instagram pribadinya, dia mengunggah foto bersama Kurniawan Dwi Yulianto an Widodo C Putro.

“Memeluk dua striker hebat timnas “asli produk lokal INDONESIA” Widodo C Putra & Kurniawan D Y…Keringat kami harumnya sama beraroma Ibu Pertiwi,” tulis Fakhri Husaini.

Fakhri sendiri saat menjadi pemain sempat menorehkan prestasi. Dia jadi pemain andalan Henk Wullems di SEA Games 1997 dengan mencetak tiga gol sepanjang turnamen itu, dua melawan Malaysia dan satu kontra Singapura di semifinal. Fakhri jua sukses menjadi penendang penalti di final kontra Thailand meski akhirnya Indonesia takluk.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More