Fakta! Juventus Justru Lebih Buruk Sejak Ada Cristiano Ronaldo

Footbal5star.com Indonesia – Juventus resmi menutup musim 2019-2020 dengan hasil pahit. Kekalahan dari Olympique Lyonnais pada babak 16 besar Liga Champions mempertegas bahwa prestasi Juventus justru lebih buruk sejak ada Cristiano Ronaldo.

Percaya atau tidak, faktanya memang demikian. Setidaknya jika tolok ukurnya adalah prestasi dan statistik umum. Abakan Liga Italia Serie A, karena dengan atau tanpa Cristiano Ronaldo, Juventus masih terlalu perkasa dalam delapan musim terakhir sejak 2012-2013.

Tentunya, keputusan Juventus memboyong Cristiano Ronaldo dari Real Madrid pada Juli 2018 senilai 117 juta Euro bukan cuma untuk Scudetto. Tanpa membeli Ronaldo, Juventus diyakini masih terlalu perkasa dibanding rival-rivalnya di kasta tertinggi kompetisi Italia itu.

Selain bicara soal keuntungan pemasaran, jelas harapan Juve adalah agar Cristiano Ronaldo bisa menghadirkan prestasi di pentas Eropa. Apalagi, pria asal Portugal itu memang sudah sangat akrab dengan trofi Si Kuping Besar.

Total, Cristiano Ronaldo sudah mengoleksi 5 gelar juara Liga Champions. Empat bersama Real Madrid dan satu saat masih di Manchester United. Selain itu, dia pun pernah mencicipi 4 kali juara Piala Dunia Antarklub dan dua gelar Piala Super Eropa.

Tuah juara Eropa hingga dunia itu yang diharap sekaligus diyakini bisa ditularkan Cristiano Ronaldo ke Juventus. Keyakinan berhulu dari kegagalan Juventus membendung Ronaldo bersama Real Madrid dalam dua musim beruntun di Liga Champions. Pertama, ketika kalah 1-4 pada final 2016-17, lalu 3-4 pada babak perempat final musim 2017-18.

Ketika Cristiano Ronaldo akhirnya memutuskan hengkang dari Real Madrid dan berlabuh di Turin, asa Juventini merebak. Ronaldo dibebani tugas untuk menghapus dahaga juara Liga Champions. Apalagi, Juve sempat merasakan getir kekalahan final pada 2014-2015 dan 2016-2017.

Cristiano Ronaldo Tulah Juventus di Coppa Italia dan Liga Champions?

Twitter @juventusfcen

Namun apa lacur, jauh panggang dari api. Harapan tinggi justru berujung sebaliknya. Bersama Cristiano Ronaldo dalam dua musim terakhir, prestasi Juventus justru menurun alias lebih buruk. Termasuk di pentas Serie A, meski gelar juara tetap bisa diamankan.

Tengok saja dalam hal statistik. Jumlah kemenangan yang diraih Juventus di Liga Italia Serie A dua musim terakhir paling sedikit dibanding lima tahun terakhir. Label predator gawang lawan pun tak membuat Ronaldo bisa memperbaiki produktivitas I Bianconeri.

Buktinya, musim ini Juventus cuma mencetak 76 gol di Serie A, bahkan tahun lalu hanya 70. Angka itu tidak lebih baik dibanding dua musim terakhir Juventus sebelum kedatangan Ronaldo. Mereka bisa mencetak 86 gol pada musim 2017-18 dan 77 gol pada 2016-17.

Kekalahan dari Lyon pada babak 16 besar Liga Champions pun membuat Juventus terpaksa menutup musim dengan hanya meraih satu gelar. Sebelumnya, mereka juga gagal di Piala Super Italia dan Coppa Italia.

Menariknya lagi, kehadiran Cristiano Ronaldo sejak musim lalu juga membawa tulah bagi Juventus di pentas Coppa Italia. Tengok saja dalam dua musim terakhir, tim berjuluk Si Nyonya Tua itu tak mampu mengangkat trofi Coppa Italia. Padahal sebelum ada Ronaldo, Juve selalu juara sejak 2014-15 hingga 2017-18.

Jika tak mau anggapan negatif itu terus melekat, Cristiano Ronaldo perlu membayar tuntas melalui raihan treble winner pada musim depan. Namun, dalam usia yang akan mengnjak 36 tahun pada Februari tahun depan, tentu bukan hal mudah baginya untuk memenuhi tuntutan tersebut.

Zimbio.com

Berikut Catatan Juventus dalam 5 Musim Terakhir

JUVENTUS 2019-20 (BERSAMA RONALDO)
Serie A (juara) – 26 menang, 5 seri, 7 kalah, gol 76:43
Coppa Italia (kalah di final) – kalah adu penalti 2-4 dari Napoli
Supercoppa (kalah di final) – kalah 1-3 dari Lazio
Liga Champions (kalah di 16 besar) – kalah dari Lyon

JUVENTUS 2018-19 (BERSAMA RONALDO)
Serie A (juara) – 28 menang, 6 seri, 4 kalah, gol 70:30
Coppa Italia (kalah di perempat final) – kalah 0-3 dari Atalanta
Supercoppa (juara) – menang 1-0 atas Milan
Liga Champions (kalah di perempat final) – kalah 2-3 dari Ajax

JUVENTUS 2017-18 (TANPA RONALDO)
Serie A (juara) – 30 menang, 5 seri, 3 kalah, gol 86:24
Coppa Italia (juara) – menang 4-0 atas Milan
Supercoppa (kalah di final) – kalah 2-3 dari Lazio
Liga Champions (kalah di perempat final) – kalah 3-4 dari Real Madrid

JUVENTUS 2016-17 (TANPA RONALDO)
Serie A (juara) – 29 menang, 4 seri, 5 kalah, gol 77:27
Coppa Italia (juara) – menang 2-0 atas Lazio
Supercoppa (kalah di final) – kalah 4-5 dari Milan
Liga Champions (kalah di final) – kalah 1-4 dari Real Madrid

JUVENTUS 2015-16 (TANPA RONALDO)
Serie A (juara) – 29 menang, 4 seri, 5 kalah, gol 75:20
Coppa Italia (juara) – menang 1-0 atas Milan
Supercoppa (juara) – menang 2-0 atas Lazio
Liga Champions (kalah di 16 besar) – kalah 4-6 dari Bayern

Cristiano RonaldoJuventusLiga ChampionsLiga Italiaserie a