Faktor Masa Lalu Bisa Bikin Witan Sulaiman Dipercaya Pelatih FK Radnik Surdulica

Football5star.com, Indonesia – Witan Sulaiman jadi pemain Indonesia kedua yang berkarier di Eropa setelah Egy Maulana Vikri. Witan yang resmi dikontrak 3,5 tahun oleh klub Serbia, FK Radnik Surdulica bakal dilatih oleh Simo Krunic.

‘Beruntung’ bagi Witan, pelatih berusia 53 tahun ini memiliki pengalaman melatih pemain dari negara Asia. Dikutip dari data transfermarkt, Rabu (12/2/2020), sebelum melatih Radnik, Krunic tercatat sempat melatih klub Liga Cina, Dalian Yifang.

Kawasan Asia bahkan bukan hal baru bagi perjalanan karier mantan gelandang OFK Beograd tersebut. Saat masih berstatus sebagai pemain, Krunic juga sempat bermain di Liga Korea Selatan bersama Pohang Steelers. Malah, di klub inilah Krunic merasakan gelar juara pertamanya sebagai pemain.

Witan Sulaiman Bergabung, FK Radnik Surdulica Jadi Berbahasa Indonesia

Sayangnya perjalanan karier Krunic di Serbia sendiri tak mulus. Dikutip Football5star.com dari Mondo, dalam rentang waktu 2019, Krunic empat kali gonta ganti pekerjaan sebagai pelatih. Kondisi ini membuat Krunic sempat dicibir media lokal.

“Pada akhirnya Simo Krunic mendapat pekerjaan keempatnya di 2019. Semoga ia tidak hanya menjadi tamu di FK Radnik,” tulis Mondo saat Krunic diperkenalkan sebagai pelatih anyar Radnik pada November lalu.

Karier Simo Krunic

Krunic ditunjuk menjadi pelatih Radnik setelah pelatih sebelumnya Nenad Vanic memutuskan untuk hengkang setelah mendapat tawaran dari klub Uni Emirates Arab. Pada 2017 sendiri, Krunic sempat melatih Radnik namun berakhir dengan pemecatan.

Manajemen Radnik tak puas dengan catatan 16 kali menang dan 18 kali kalah yang ditorehkan Krunic pada 2017. Setelah dipecat, ia sempat melatih Čukarički. Namun juga berakhir dengan pemecatan. Padahal saat itu, Čukarički mampu ia bawa lolos ke babak play off Liga Europa.

Sebagai orang Serbia, Krunic sama seperti kebanyakan pelatih kawasan Balkan yang menekan porsi latihan fisik. Dikutip dari oslobodjenje, Krunic di semua klub yang ia latih selalu menempa para pemain dengan porsi latihan fisik.

Sedangkan untuk urusan formasi, Krunic sepanjang musim ini selalu menggunakan pola 4-2-3-1. Dua winger jadi andalan Krunic untuk membongkar lini belakang lawan. Peran gelandang serang pun jadi tumpuan bagi Krunic di sejumlah laga Radnik musim ini.

Dengan kondisi dan pengalaman Krunic, bukan tidak mungkin Witan Sulaiman tidak hanya pemanis di bangku cadangan FK Radnik Surdulica.