Fans Manchester United Lebih Rasialis daripada Chelsea

Football5star.com, Indonesia – Rasialisme masih menjadi kanker dalam sepak bola. Tak terkecuali di negara yang mengklaim sebagai penemu olahraga paling poluper sejagat tersebut, Inggris. Dalam empat tahun belakangan, tercatat praktek rasialisme masih terjadi di antara para suporter.

Data dari Independent menunjukkan bahwa fans Manchester United jadi yang paling rasial di antara kelompok pendukung tim lain. Indikatornya adalah jumlah penangkapan yang dilakukan kepolisian selama empat tahun terakhir.

Press Association merilis ada setidaknya 27 orang fans Setan Merah yang ditangkap polisi atas kasus rasial dalam kurun waktu 2014 hingga 2018. Jumlah ini terpaut jauh dari peringkat kedua yang ditempati pendukung Leeds United dan Millwall yang sama-sama menyumbang 15 suporter tertangkap.

Chelsea, yang belakangan kerap dikaitkan dengan tindakan fans rasialnya, ternyata ada di peringkat keempat dengan 13 orang. Masih kalah satu angka dari Leicester City yang menyumbang 14 orang suporter tertangkap.

Jumlah penangkapan suporter karena tindakan rasialis masih fluktuatif selama empat tahun belakangan. Pada 2014, tercatat ada 107 orang yang ditangkap. Jumlah itu melonjak pada 2015 dengan 114. Namun, kembali turun pada tahun berikutnya yang hanya menghasilkan 94 penangkapan. Bahkan, musim 2017/18 menjadi yang terendah dengan hanya terjadi 74 kasus.

Padahal, publik sempat dibuat ramai oleh tindakan para pendukung Chelsea yang menghina penyerang timnas Inggris, Raheem Sterling. Juga kepada Mohamed Salah yang dicap sebagai teroris pembuat bom oleh sekelompok kecil fans The Blues.

Manchester United