FEATURE: Ultras Nippon, dari Jepang Hanya Demi Kubo dkk.

Football5star.com, Indonesia – Perlahan-lahan matahari mulai terbenam di ufuk barat. Lampu-lampu di kawasan Lapangan ABC Senayan Jakarta mulai dinyalakan dan sekumpulan pemuda berkostum baru sedari sore tadi khidmat mendengarkan instruksi sang pelatih, Masanaga Kageyama.

Sore itu Timnas U-19 Jepang melakukan latihan terakhir jelang pertandingan perempat final Piala AFC U-19 2018 melawan Timnas U-19 Indonesia. Meski punya kualitas yang lebih baik, Pasukan Muda Samurai Biru tak mau meremehkan Egy Maulana Vikri dkk.

Pertandingan tersebut jadi partai hidup dan mati bagi kedua tim. Siapa saja yang kalah maka akan memupuskan mimpi untuk main di semifinal dan menggengam satu tiket menuju Piala Dunia U-20 2019 di Polandia.

Dua pria berbaju putih dengan langkahnya yang santai bergerak menuju pintu kecil di samping Lapangan ABC. Salah seorang dari dua sosok tersebut membuka tas, mengeluarkan spanduk kecil dan sebuah isolasi berwarna biru.

Cerita Ultras Nippon Tentang Fanatiknya Suporter Indonesia
hikam/football5star

Publik tak akan memungkiri jika kedua pria tersebut adalah Warga Jepang dilihat dari perawakannya. Tanpa basa-basi mereka berdua kemudian memasang sebuah spanduk kecil yang berisikan kalimat berbahasa inggris dan jepang menggunakan kanji dan hiragana.

Spanduk tersebut dipasang tepat di samping pintu kecil tersebut. Nampak jelas bahwa mereka berharap para Pemain Timnas U-19 Jepang bisa melihatnya sebelum keluar dari lapangan dan masuk ke bus lalu kembali ke Hotel.

“U-20 FIFA World Cup Polska 2019, Minna De Ikouze, Indonesia – Polska,” begitu isi tulisan di spanduk berwarna putih berukuran kecil tersebut.

“Toshitada Suzuki Desu!” begitu ia memperkenalkan diri kepada Football5star. Ia mengaku adalah seorang yang bekerja hanya sebagai suporter. Pria berumur sekitar 40 tahunan tersebut mengaku selalu menyaksikan di mana pun Timnas Jepang berlaga.

Toshitada Suzuki sudah tiba di Indonesia sejak Jepang menjalani laga terakhir pada babak grup Piala AFC U-19 2018 di Stadion Pakansari Bogor saat menghadapi Irak. Kehadirannya di tanah air tentu dengan membawa satu semangat dan mimpi bisa menyaksikan Takefusa Kubo dkk bermain di Piala Dunia.

Indonesia di Mata Suporter Jepang

Kata ramah dan bersahabat menjadi impresinya ketika ditanya soal Indonesia. Ia begitu menyukai berbagai makanan khas tanah air meski mempunyai cita rasa yang berbeda dari negaranya. “Saya paling suka Nasi Goreng,” ucapnya.

Meski demikian ada satu hal yang paling ia tak sukai dari Indonesia. Masalah klasik tersebut adalah kemacetan. Toshitada Suzuki mengaku pusing melihat kemacetan yang ada di Jakarta.

Pria asal Prefektur Shizuoka, Jepang tersebut mengaku dirinya bagian dari Ultras Nippon, kelompok loyalis pendukung Timnas Jepang. Ia tak memiliki pekerjaan tetap, namun saat ditanya darimana uang untuk membeli tiket, Toshitada Suzuki mengaku mendapatkan subsidi dana dari sang istri.

Seiya Inoue ikut hadir menemani Toshitada Suzuki sore itu. Ia berumur jauh lebih muda dan berprofesi sebagai pekerja paruh waktu di daerah Prefektur Tochigi. Bahasa Inggris-nya tak begitu baik. Meski demikian, ia mencoba membantu rekannya untuk menjawab pertanyaan.

Sekitar 65.000 penonton dipastikan bakal memadati Stadion Utama Gelora Bung Karno saat Timnas U-19 Indonesia menghadapi Jepang, Minggu (28/10/2018). Toshidata Suzuki sangat kaget mendengar jumlah tersebut dan terkagum-kagum.

Ia menilai suporter sepak bola di Indonesia memiliki fanatisme yang luar biasa. Toshitada Suzuki menceritakan kepada Football5star bahwa ia pernah diberitahu oleh temannya dari Thailand bahwa suporter tanah air sangat total dalam mendukng Timnas Indonesia.

Meski demikian ia tetap berharap Suporter Jepang bisa memberikan suara saat Pasukan Muda Samurai Biru berlaga. Para pendukung tim tamu sudah disediakan kuota dan tempat oleh panitia pelaksana pertandingan di sebelah VIP Barat SUGBK.

Toshitada Suzuki juga tahu Pemain Timnas U-19 Indonesia yang patut diwaspadai. Menurutnya, Egy Maulana Vikri adalah pemain yang memiliki kualitas. “Indonesian Messi is top,” sebutnya.

Ia tak banyak berkomentar ketika mencoba dibandingkan dengan Messi-nya Jepang, Takefusa Kubo. Namun, menurutnya, banyak pemain berkualitas yang dimiliki Jepang seperti Yuta Goke, Daiki Hashioka, Mitsuki Saito, dll.

Tak terasa selesai sudah Timnas U-19 Jepang melakukan sesi latihan. Toshitada Suzuki dan Seiya Inoue berdiri tepat berjarak tujuh meter dari pintu kecil tadi. Tepuk tangan dan kalimat penyemangat ia lontarkan mengiringi pemain yang satu persatu memasuki bus.

“Ganbareee! Ganbaree!”
Comments
Loading...