Federasi Sepak Bola Malaysia Bantah ada Insiden Perkelahian Fisik

Football5star.com, Indonesia – Federasi sepak bola Malaysia, FAM menyebut bahwa pertandingan antara Malaysia vs Indonesia di Stadion Bukit Jalil, 11 November 2019 berjalan cukup baik meski terjadi banyak insiden.

Menurut Sekjen FAM, Stuart Ramalingam pihaknya mengapresiasi aparat kepolisian dan pengamanan stadion yang bertindak untuk mencegah terjadinya insiden besar.

“Secara keseluruhan tidak ada insiden besar yang melibatkan perkelahian fisik. Lemparan botoh sulit untuk dicegah. Meski sudah ada tembok penghalang, tetap saja ada benda yang terlempar,” kata Ramalingam seperti dikutip Football5star.com dari Sinar Harian, Jumat (22/11/2019).

bharian.com.my

“Atas nama FAM, kami berterima kasih kepada pihak berwenang yang bertindak untuk mengendalikan insiden yang terjadi,” tambahnya.

Pernyataan sekjen FAM ini hanya merujuk pada saat laga Malaysia vs Indonesia berlangsung di Stadion Bukit Jalil. Namun di luar stadion, baik sebelum dan sesudah laga terjadi insiden yang membuat suporter Indonesia luka-luka.

Kepala Satgas Perlindungan WNI KBRI untuk Malaysia Yusron B Ambary menuturkan, selain pengeroyokan ada juga kasus penusukan suporter.

Menurut Yusron seperti dikutip dari CNN Indonesia, rekaman video pengeroyokan suporter Indonesia yang viral di media sosial, terjadi Bukit Bintang pada Senin (18/11) sebelum pertandingan Malaysia vs Indonesia.

Fuad dan seorang temannya lebih dulu dipaksa menunjukkan identitas. Setelah dipastikan sebagai warga negara Indonesia, keduanya bergantian dipukuli para pelaku secara keji.

Selain itu, saat laga berlangsung sejumlah suporter Malaysia tertangkap kamera melempar suar ke arah tribun suporter Indonesia. Sejumlah media Malaysia, saat insiden terjadi juga melaporkan bahwa provokasi datang terlebih dahulu dari suporter mereka.

“Beberapa pendukung Malaysia berusaha memprovokasi pendukung Indonesia dengan berkumpul di depan Stadion Nasional, Bukit Jalil,” tulis bharian.com.my .

Comments
Loading...