Terungkap! Kisah Tragis Masa Kecil Pemain Anyar Real Madrid

Football5star.com, Indonesia – Nama Ferland Mendy kian mendunia sejak resmi gabung Real Madrid pada musim panas tahun ini. Namun, siapa sangka pemain asal Prancis itu punya kisah tragis semasa kecilnya.

Ferland Mendy lahir di Meulan-en-Yvelines, sebelah utara kota Paris, dari pasangan imigran. Ibunya berasal dari Guinea dan ayahnya merupakan pendatang dari Senegal.

Kisah Ferland Mendy yang tragis dimulai ketika usianya 11 tahun. Dalam usia yang masih sangat muda, Mendy sudah dihadapkan dengan momen pilu kehilangan ayahnya yang meninggal dunia.

Kehilangan ayah yang menjadi tumpuan hidup keluarga jelas tak mudah dihadapi bocah sebelia Mendy. Pada akhirnya, dia merasa sepak bola adalah satu-satunya jalan untuk membantu memperbaiki ekonomi keluarga.

Mendy memang lahir dari keluarga yang miskin dan kesulitan keuangan. Mendy kecil bahkan tak pernah merasakan punya mainan laiknya anak seumurnya. Melalui sepak bola, dia berharap hidupnya dan keluarga bisa membaik.

“Di dalam dirinya selalu ada sepak bola. Meski bertubuh kecil, dia anak yang tangguh. Dia lebih baik dari anak-anak lain seusianya. Bahkan, dia bisa membuat malu anak yang lebih tua. Saat berusia 14 tahun, dia bilang ingin jadi pesepakbola. Saya melihat ada hasrat besar di matanya,” ucap sepupu Mendy, Marc Gomis.

Ferland Mendy Divonis Tak Bisa Bermain Sepak Bola Lagi

Kisah Tragis Masa Kecil Pemain Baru Real Madrid Ferland Mendy - diario AS
Diario AS

Untung tak dapat diraih malang tak bisa ditolak, setahun sejak kepergian ayahnya, cobaan kembali datang. Mendy kecil didiagnosis menderita infeksi tulang panggul atau pangkal paha yang serius.

Hal itu memaksa Mendy menghabiskan hari-hari dengan kursi roda. Bahkan, dokter memvonisnya tak akan bisa melanjutkan karier sepak bolanya. “Ketika berumur 15 tahun, saya menjalani operasi dan dokter bilang saya tak bisa bermain sepak bola lagi,” kenang Mendy.

Namun, Ferland Mendy mampu menunjukkan semangat juang yang tak umum bagi anak seusianya. Melalui rehabilitasi yang intensif, Mendy kecil mulai belajar berjalan normal lagi. “Saya bergantung kepada kursi roda dan melalui 6 sampai 7 bulan menjalani rehabilitasi di rumah sakit supaya bisa berjalan lagi,” bilangnya lagi.

Saat divonis sembuh, harapan mulai terbit lagi di dalam diri Ferland Mendy. Namun, Tuhan berencana lain. Remaja kelahiran 8 Juni 1995 itu kembali mendapat ujian hidup.

Ferland Mendy Mulai dari Nol Lagi Sejak Diusir PSG

RESMI Real Madrid Boyong Bek Termahal Kelima di Dunia Ferland Mendy

Dalam usia 17 tahun, Ferland Mendy dilepas dari akademi Paris Saint-Germain. Artinya, dia harus mulai merintis karier dari awal lagi di tempat lain. Padahal, dia sudah berjuang keras untuk bisa masuk akademi Paris Saint-Germain dari tempat asalnya, Ecquevilly EFC.

Kisah Ferland Mendy berlanjut. Dia akhirnya mencoba peruntungan di tim amatir, Mantois pada 2012. Setahun setelahnya, dia diboyong Le Havre, klub yang terkenal sering mengorbitkan talenta-talenta muda Prancis.

“Setelah 8 bulan menjalani rehabilitasi, saya kembali berlatih seperti biasa, tapi ternyata saya didepak (Paris Saint-Germain). Saya tidak terima. Namun, saya tetap bekerja keras agar bisa kembali ke level terbaik. Jadi, aku pergi dari PSG menuju Le Havre,” urai pemain berkaki kidal itu.

Marintis karier lagi dari Le Havre B, Ferland Mendy mengalami kemajuan pesat. Puncaknya pada 2016-2017, ketika dia tampil 38 laga bersama tim utama Le Havre dan menjadi bek sayap terbaik di Ligue 2.

Olympique Lyon langsung datang meminang Mendy dengan mahar 4,5 juta euro. Sejak musim panas 2017, Mendy tampil 79 kali bersama Lyon di semua ajang. Sampai akhirnya, hasil tak pernah mengkhianati perjuangan.

Ferland Mendy diboyong Real Madrid pada Juni 2019 dengan mahar 49 juta euro. Nilai yang fantastis, menjadikannya salah satu pemain belakang termahal di dunia. “Sekarang saya di Real Madrid dan ini luar biasa!” ucap pengagum Lilian Thuram dan Zinedine Zidane itu.

Comments
Loading...